Dehidrasi, Pria Tewas saat Hiking di Australia Barat

Nathania Riris Michico ยท Senin, 29 Oktober 2018 - 15:49:00 WIB
Dehidrasi, Pria Tewas saat Hiking di Australia Barat
Pria 27 tahun tewas di kawasan Taman Nasional Kalbarri di tempat bernama "Nature's Window". (Foto: DPAW)

PERTH, iNews.id - Walau belum lagi musim panas, namun alam yang tidak bersahabat dengan manusia kembali memakan korban di Australia pada akhir pekan.

Seorang pria berusia 27 tahun tewas karena kekurangan cairan (dehidrasi) saat melakukan hiking (pendakian) di sebuah kawasan yang populer dikunjungi turis, Nature Window di Australia Barat.

Dalam kejadian di Nature Window, pria yang meninggal ini pingsan sekitar pukul 15.00 pada Sabtu (29/10/2018), setelah menyelesaikan pendakian di Taman Nasional Kalbarri, sekitar 485 kilometer sebelah utara ibu kota Australia Barat, Perth.

Pria tersebut dibaringkan di bawah sebuah pohon dan diberi air, namun menurut polisi, grup itu kemudian kehabisan air minum.

Seorang turis lainnya yang adalah seorang dokter asal Jerman berusaha membantu menyelamatkan pria tersebut, namun sebelum tim paramedis tiba di sana, dia meninggal.

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pria tersebut Namun diperkirakan adalah karena dehidrasi, kekurangan cairan dalam tubuh.

"Dia baru saja melakukan pendakian sejauh 8 kilometer dan kemudian pingsan sebelum sampai di Nature's Window," kata Steve Cable dari Bagian Layanan Darurat Kalbarri.

Polisi menyebut pria tersebut mungkin tidak memiliki persediaan air minum yang cukup atau tidak mengenakan pakaian yang cocok untuk pendakian.

"Kelompok itu melakukan pendakian dengan masing-masing membawa tiga botol air kecil." kata polisi.

"Kami menyarankan kalau anda ingin melakukan hiking di Australia Barat di bawah terik matahari, kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh, dan membawa cukup air minum, dan inilah yang tampaknya tidak terjadi."

"Saya juga diberitahu bahwa dia gemuk dan mungkin kondisi fisiknya sendiri tidak cocok untuk melakukan pendakian seperti ini namun saya tidak tahu latar belakang medisnya."

Menurut petugas penyelamat, kondisi alam yang bisa berubah dengan cepat sering kali memakan korban bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri dengan baik.

"Hal yang perlu diperhatikan bila mengunjungi daerah seperti Taman Nasional Kalbarri adalah bila di kota suhunya sekitar 31 derajat Celcius, di daerah terbuka seperti Kalbarri ini suhunya bisa 10 sampai 15 derajat lebih tinggi," jelas Cable.

Dalam insiden terpisah, seorang perempuan bersama kedua anaknya yang berusia tiga dan lima tahun harus diselamatkan, setelah tersesat saat melakukan perjalanan di kawasan semak juga di Australia Barat.

Keluarga ini tersesat di Kawasan Hutan Nasional Jarrahwood di dekat Upper Capel, sekitar 204 kilometer dari Perth.

Perempuan dan kedua anaknya tersebut berjalan kaki sekitar jam makan siang pada Sabtu, namun tidak kembali, dan mereka tidak membawa peralatan untuk menentukan lokasi keberadaan mereka.

Mereka akhirnya ditemukan kelelahan dan kekurangan cairan sekitar pada Minggu dini hari pukul 01.00.

Polisi mengatakan insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya membawa peralatan tambahan seperti air minum atau handphone atau GPS maupun peralatan pengaman, walau kita hanya melakukan jalan kaki tidak jauh ke dalam kawasan semak-semak.

"Dalam situasi seperti ini membawa alat penentu lokasi akan sangat berguna bagi petugas penyelamat untuk menemukan mereka."

"Alat penentu lokasi itu tidak saja untuk memberitahu pihak berwenang, namun juga memberikan titik koordinat di mana mereka berada sehingga waktu yang diperlukan untuk mencapai mereka lebih pendek," paparnya.

"Bahkan mereka yang sangat berpengalaman sekalipun kadang bisa mengalami kesulitan, jadi kami menyarankan mereka yang ingin masuk ke dalam semak-semak untuk selalu membawa alat penentu lokasi."

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel: