Deportasinya Dibatalkan, Eks Pemain Timnas Bahrain Pulang ke Australia

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 11:18 WIB
Deportasinya Dibatalkan, Eks Pemain Timnas Bahrain Pulang ke Australia

Hakeem Al Araibi ditahan saat mendarat di Bangkok untuk bulan madu pada November 2018. (Foto: AP/Sakchai Lalit)

MELBOURNE, iNews.id - Pengungsi asal Bahrain yang tinggal di Melbourne, Hakeem Al Araibi, sedang dalam perjalanan kembali ke Australia setelah dibebaskan dari penjara di Thailand pada Senin (11/2/2019) malam.

Hakeem menjadi penumpang terakhir yang menaiki pesawat dengan dikawal petugas imigrasi yang ada di pintu keberangkatan, hingga menaiki pesawat.

Dilaporkan ABC News, Hakeem diperkirakan mendarat di Melbourne, Australia, Selasa (12/2/2019), sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Kedatangannya akan disambut banyak orang yang selama dua bulan terakhir sudah mendukung agar dia dibebaskan. Di bandara, kerumunan besar orang menunggu untuk menyambutnya pulang, termasuk Pascoe Vale Football Club, dan mantan kapten Socceroos, Craig Foster.

Pada Senin kemarin, pihak kejaksaan Thailand mengajukan pembatalan terhadap usaha untuk mengekstradisi Hakeem ke Bahrain. Dia tadinya menghadapi kemungkinan hukuman 10 tahun penjara karena melakukan serangan yang merusak kantor polisi.

Dia membantah semua tuduhan tersebut, dan mengatakan kasusnya bermotif politik.

BACA JUGA: Mantan Pemain Sepak Bola Timnas Bahrain Ditangkap di Thailand

Setelah pembatalan kasus tersebut, Hakeem dibawa dari penjara menuju bandara. Masih belum jelas kapan dan mengapa Pemerintah Thailand memutuskan membebaskan Hakeem.

Namun dilaporkan, Bahrain setuju untuk membatalkan proses ekstradisi setelah adanya pembicaraan antara Putra Mahkota Bahrain Pangeran Salman bin Hamad Al Khalifa dengan Menteri Luar Negeri Thailand akhir pekan lalu.

Pejabat Bahrain mengatakan negerinya akan memperkuat hak mereka untuk melakukan semua tindakan hukum guna mengejar Al Araibi.

"Vonis bersalah terhadap Al Araibi masih berlaku dan Al Araibi memiliki hak untuk melakukan banding atas keputusan pengadilan di Pengadilan Banding Bahrain," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Bahrain, setelah Hakeem dibebaskan.

Kasus Hakeem ini mendapat perhatian dunia. Thailand sudah banyak mendapat tekanan dari Pemerintah Australia, badan olahraga, serta kelompok HAM untuk membiarkan Hakeem kembali ke Australia, negara di mana dia memiliki status sebagai pengungsi dan menjadi pemain sepak bola setengah profesional.

BACA JUGA: Ditahan di Thailand, Eks Pemain Timnas Bahrain Dilarang ke Australia

Pria berusia 25 tahun itu merupakan mantan pemain timnas Bahrain. Namun dia mengakumeninggalkan Bahrain dan pindah ke Melbourne karena penindasan politik dan takut akan disiksa bila dia kembali ke sana.

Dia mengaku menjadi sasaran penanahan sebab dia berasal dari keluarga Syiah, dan karena saudara laki-lakinya aktif dalam kegiatan politik di Bahrain.

Hakeem mengatakan matanya pernah dittutup dan kakinya dipukuli ketika dia ditahan di Bahrain.

Sebagian besar penduduk Bahrain menganut paham Syiah, namun yang berkuasa adalah keluarga kerajaan yang menganut paham Sunni.

Dia ditahan di Bangkok dua bulan lalu atas permintaan Bahrain melalui Interpol setelah tiba di ibu kota Thailand tersebut pada November. Saat itu dia tengah berbulan madu dengan istrinya.


Editor : Nathania Riris Michico