Di Tengah Kekhawatiran Korona, PM Selandia Baru Peringati Setahun Penembakan Masjid Christchurch

Anton Suhartono ยท Jumat, 13 Maret 2020 - 11:09 WIB
Di Tengah Kekhawatiran Korona, PM Selandia Baru Peringati Setahun Penembakan Masjid Christchurch

Jacinda Ardern (tengah) memimpin peringatan setahun penembakan masjid di Christchurch (Foto: AFP)

CHRISTCHURCH, iNews.id - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memimpin peringatan setahun penembakan di dua masjid Kota Christchurch, Jumat (13/3/2020).

Selandia Baru tetap menggelar peringatan setahun penembakan yang menewaskan 51 orang itu di tengah kekhawatiran wabah virus korona.

Pada Minggu, Ardern mengatakan, peringatan setahun penembakan akan tetap diadakan, namun bisa saja berubah jika situasi korona memburuk.

Sejauh ini, Selandia Baru melaporkan lima kasus Covid-19, namun belum ada laporan penularan secara lokal.

Rencananya Ardern akan mengumumkan pembatasan kedatangan pada pekan depan sebagai respons setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus mematikan ini sebagai pandemi.

Dalam konferensi pers yang emosional menjelang pelaksanaan Salat Jumat di Christchurch, Ardern mengatakan Selandia Baru telah berubah setelah pembantaian di dua masjid Christchurch tahun lalu.

Namun, lanjut dia, negara masih harus terus memerangi rasisme dan menantang ancaman yang bisa saja berkembang.

"Tantangan bagi kita adalah memastikan, dalam aktivitas sehari-hari dan pada setiap kesempatan, ketika melihat intimidasi, pelecehan, rasisme, dan diskriminasi, kita merasa sebagai sebuah bangsa. Saat itulah kita sebagai individu bisaa memainkan peran dan memastikan Selandia Baru telah berubah secara mendasar," katanya, dikutip dari Reuters.

Pelaku penembakan yang merupakan warga Australia, Brenton Tarrant, menghadapi 92 dakwaan terkait serangan terhadap masjid An Nur dan Linwood Islamic Centre, 51 di antaranya pembunuhan.

Motif di balik penembakan yang terjadi pada 15 Maret 2019 itu adalah rasisme. Tarrant diketahui sebagai pendukung supremasi kulit putih. Dia menyiarkan langsung pembantaian sadis tersebut melalui Facebook.

Sebelum peringatan, Selandia Baru dihebohkan dengan ancaman yang beredar luas di layanan pesan singkat Telegram.

Seorang pria 19 tahun, kini sudah ditangkap, mengunggah gambar yang mengancam Masjid An Nur.


Editor : Anton Suhartono