Kisah Miliarder Asif Aziz, Ditolak Sholat di Hotel Tempat Tersebut Dibelinya Dijadikan Masjid
JAKARTA, iNews.id - Miliarder properti Asif Aziz mengubah pengalaman pahit menjadi visi besar bagi komunitas muslim di pusat kota London, Inggris. Kisah ini bermula dari sebuah penolakan sholat mengubah kawasan hiburan menjadi tempat ibadah di salah satu kawasan hiburan paling terkenal di dunia.
Asif Aziz, pengusaha properti asal Malawi yang memimpin perusahaan Criterion Capital, pernah mengalami momen yang mengubah pandangannya. Saat berada di sebuah hotel mewah di London dan waktu salat tiba, dia meminta izin menggunakan ruangan kecil untuk beribadah.
Namun permintaan tersebut ditolak oleh pihak hotel. Pengalaman itu membuat Aziz menyadari sesuatu yang penting tentang kehidupan Muslim di pusat kota London.
Di tengah gemerlap kawasan West End yang dipenuhi teater, restoran, dan tempat hiburan, ternyata banyak pekerja Muslim serta wisatawan tidak memiliki tempat yang layak untuk menjalankan ibadah. Banyak dari mereka terpaksa salat di ruang sempit, lorong, bahkan ruang bawah tanah.
Dia kemudian mengambil langkah besar dengan mengakuisisi London Trocadero, sebuah kompleks hiburan legendaris yang berada di antara Piccadilly Circus dan Leicester Square. Gedung tersebut selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat permainan video, bioskop, dan berbagai hiburan populer di London.
Aziz melihat potensi lain dari bangunan ikonik tersebut. Melalui visi barunya, sebagian area Trocadero direncanakan menjadi ruang ibadah bagi komunitas Muslim yang bekerja atau berkunjung ke kawasan tersebut.