Di Tengah Pandemi Covid-19, Kota Ini Masih Saja Gelar Festival Daging Anjing

Antara ยท Senin, 22 Juni 2020 - 16:57 WIB
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kota Ini Masih Saja Gelar Festival Daging Anjing

Anjing-anjing di dalam kandang yang hendak digunakan dagingnya untuk dikonsumsi (ilustrasi). (Foto: AFP)

BEIJING, iNewsid – Festival daging anjing di China kembali dibuka. Festival tersebut tak hanya menentang kampanye pemerintah yang menginginkan peningkatan kesejahteraan hewan, tapi juga mengabaikan risiko kesehatan yang tengah disorot akibat wabah virus corona (Covid-19).

Para aktivis satwa berharap penyelenggaraan festival daging anjing di Kota Yulin itu bisa dibatasi mulai tahun ini. “Saya berharap Yulin akan berubah tidak hanya demi hewan tetapi juga untuk kesehatan dan keselamatan warganya,” kata Peter Li, spesialis kebijakan China pada Humane Society International (kelompok pejuang hak-hak hewan yang didirikan di AS pada 1991).

Festival daging anjing yang berlangsung selama 10 hari di Kota Yulin biasanya menarik ribuan pengunjung. Banyak di antara mereka membeli anjing yang dipajang di kandang-kandang yang sempit.

Pemerintah China sedang menyusun undang-undang baru untuk melarang perdagangan satwa liar dan melindungi hewan peliharaan. Para aktivis pun berharap tahun ini akan menjadi kali terakhir festival diadakan.

“Mengizinkan pertemuan massal untuk berdagang dan mengonsumsi daging anjing di pasar yang ramai dan restoran atas nama festival, menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang signifikan,” kata Li, dikutip Reuters.

Virus corona—yang diyakini berasal dari kelelawar tapal kuda sebelum menular ke manusia di sebuah pasar di Kota Wuhan—telah memaksa China untuk meninjau kembali hubungan masyarakatnya dengan hewan. Negara itu telah berjanji untuk melarang perdagangan satwa liar.

Pada April, Shenzhen menjadi kota pertama di China yang melarang konsumsi daging anjing. Kota-kota lain diperkirakan akan menyusul keputusan itu.

Kementerian Pertanian China juga memutuskan untuk mengklasifikasikan anjing sebagai hewan peliharaan dan bukan hewan ternak, meskipun masih belum jelas bagaimana klasifikasi ulang itu akan memengaruhi perdagangan di Yulin.

Aktivis hak-hak binatang yang ditemui di Yulin pada Sabtu (20/6/2020) lalu, Zhang Qianqian mengatakan, pelarangan festival daging anjing di kota itu hanya soal waktu. “Dari apa yang kami pahami berdasarkan percakapan kami dengan penjual daging, para pejabat pemerintah mengatakan bahwa konsumsi daging anjing tidak akan diizinkan di masa depan. Tetapi melarang konsumsi daging anjing akan sulit dan akan memakan waktu,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil