Diawali Azan Magrib, Masjid Pertama RI di Kanada Dibuka Selasa Besok

Koresponden Koran SINDO, Faisal Nasution · Senin, 03 Mei 2021 - 23:06:00 WIB
Diawali Azan Magrib, Masjid Pertama RI di Kanada Dibuka Selasa Besok
Sejumlah masyarakat muslim Indonesia mengunjungi gedung yang akan dijadikan masjid di Georgetown, Ontario, Kanada, kemarin. (Istimewa)

TORONTO, iNews.id - Gedung bekas gereja yang akan dijadikan masjid pertama masyarakat muslim Indonesia di Kanada akan dibuka resmi, Selasa (4/5/2021). Pembukaan masjid dan gedung yang diberi nama Istiqlal Islamic Centre of Toronto (IICT) itu ditandai dengan azan Magrib.  

Anggota Dewan IICT, Ned mengatakan, proses akuisisi gedung tersebut tuntas dilakukan pada 29 Maret 2021 lalu atau 17 Ramadan sesuai waktu yang disepakati. Sebelumnyam mereka menyerahkan kekurangan dana sebesar Rp3 miliar. 

Adapun total pembelian gedung sebesar Rp7 miliar dan uang sebanyak Rp4 miliar telah lebih dulu disetorkan sebagai down payment.

“Alhamdulillah gedung itu sudah menjadi milik kita. Proses transaksi berlangsung melalui teleconference karena di sini sedang lockdown. Jadi kami, empat anggota dewan IICT, hanya menandatangani dokumen di tempat masing-masing. Dan pemerintah setempat juga akan mengirimkan dokumen kepemilikan kepada IICT dalam waktu beberapa minggu ke depan,” katanya di Toronto, Kanada, Senin (3/5/2021).

Pihak lawyer menyerahkan kunci gedung yang sebelumnya digunakan jemaat United Church itu pada Senin (3/5/2021) dan anggota dewan IICT akan memeriksa seluruh kelengkapan fasilitas bangunan tersebut, seperti keamanan dan fire system. Mereka juga akan memanggil inspektur bangunan untuk melakukan pengecekan untuk menyesuaikan dengan  standar bangunan di Kanada sebelum digunakan untuk umum. 

Menurut dia, tidak banyak perubahan yang akan dilakukan terhadap gedung tersebut karena kondisinya masih sangat bagus. Mereka hanya akan menambah tempat wudhu dan kamar mandi. Selain dari itu, seperti dapur, kantor, perpustakaan bisa langsung digunakan. Bahkan, ada pula ruangan yang bisa dijadikan studio mini untuk pengajian jarak jauh di tengah situasi pandemi ini.  

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3