Dijuluki Drummer Ramadan, Pria Ini Bangunkan Orang Sahur selama 20 Tahun
“Namun saya sempat berhenti menjadi Sahar Khan pada tahun 90-an, karena takut akan keamanan. Saat itu banyak yang tidak berani keluar saat jam malam. Tetapi, setelah situasi kembali normal, saya dan rekan lainnya kembali bekerja, dan sejak itu terus berlanjut hingga saat ini,” ujar Farooq kepada Rising Kashmir, Selasa (13/4/2021).
Tradisi membangunkan penduduk untuk sahur dengan memukul genderang sudah menjadi tradisi berabad-abad di Kashmir, meskipun cuaca setiap tahun berubah-ubah dan keadaan lain yang tidak dapat dihindari.
Para Sahar Khan memulai perjalanan mereka ke daerah sekitar pukul 02:00 dini hari. Tak hanya menabuh genderang untuk membangunkan orang-orang, mereka juga membaca ayat-ayat suci Alquran. Mereka melakukannya secara sukarela selama sebulan penuh, namun dengan risiko lain yang kadang tidak dapat dihindari.
Namun, setelah selesai Ramadhan berlalu para Sahar Khan akan diminta mengunjungi rumah-rumah penduduk untuk mendapatkan tips. Banyak penduduk yang memberikan uang tunai, beras dan makanan lainnya kepada mereka sebagai hadiah atas pekerjaan mulia selama bulan Ramadhan.
Para Sahar Khan di Kashmir diperlakukan dengan sangat hormat. Meskipun kemajuan teknologi semakin pesat, di mana setiap orang memiliki perangkat digital, namun tradisi membangunkan orang-orang untuk sahur tetap terjaga di wilayah India di tengah pandemi Covid-19.
Editor: Faieq Hidayat