Diluluhlantakkan Banjir dalam Sekejap, Nepal Butuh Biaya Pemulihan Rp88 Triliun
Kerugian infrastruktur terbesar adalah hancurnya beberapa pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu banyak jembatan dan jalan yang lenyap, memutus akses ke banyak lokasi. Belum lagi fasilitas kesehatan dan pendidikan yang hancur.
"Kami melihat adanya gangguan total," kata Chaudhary, seraya menambahkan sejumlah pembangkit listrik mengalami kerusakan.
Chaudhary mengatakan, dana yang akan dikeluarkan grupnya untuk upaya perbaikan ini akan lebih besar dibandingkan saat gempa bumi mematikan pada 2015, yang kala itu juga memicu rekonstruksi berskala nasional.
Menteri Keuangan Nepal Swarnim Wagle mengungkap penilaian serupa, dengan mengatakan Nepal membutuhkan beberapa miliar dolar AS untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.
"Secara akumulatif, menurut saya nilai kerugian dan kerusakan, setelah dihitung secara pasti dalam waktu sekitar seminggu ke depan, akan mencapai setidaknya beberapa miliar dolar," kata Wagle.