Diprotes Prancis, Dewan HAM Eropa Tarik Poster Kampanye Hormati Hijab
Menteri perempuan keturunan Maroko itu juga menganggap poster kampanye tersebut telah melanggar nilai-nilai sekuler yang ada di Prancis, serta dengan tegas menolak kampanye itu.
Pada Rabu (3/11/21), Dewan HAM Eropa dalam cuitan di akun Twitter mereka menyatakan, unggahan poster tentang kampanye itu telah dihapus. “Sementara ini kami masih memikirkan untuk membuat tampilan yang lebih baik lagi untuk kampanye ini,” ungkap organisasi itu.
Kampanye penghormatan untuk hijab itu sejatinya adalah hasil kerja sama antara dua lokakarya online yang diselenggarakan pada September lalu, berkolaborasi dengan forum pemuda Muslim Eropa, Femyso.
Presiden Femyso, Hande Taner mengatakan, bahwa kampanye itu masih terus berjalan walaupun postingan mengenai kampanyenya sudah dihapus dari media sosial. Dia juga sangat menyayangkan upaya penghormatan terhadap kebebasan bagi kaum minoritas terhalang oleh para politikus.
“Jika ada klaim akan kebebasan, maka kebebasan ini harus bersifat universal. Kebebasan menggunakan apa pun atau tidak mengenakan sesuatu juga harus masuk ke dalam kriteria kebebasan,” ucap Taner.
Dia juga mengatakan, terdapat standar ganda di Prancis, ketika kebebasan tidak diberlakukan sama untuk semua orang, seperti terhadap Muslimah.
Editor: Ahmad Islamy Jamil