Disiksa 5 Hari di Penjara Israel, Greta Thunberg: Seperti Neraka!
Tentara Zionis juga mengejeknya dengan kata-kata kasar dalam bahasa Swedia, seperti ‘Lilla hora’ (perempuan kecil) dan ‘Hora Greta’, seolah merendahkan simbol perlawanan muda dunia itu.
Air Jadi Senjata Penyiksaan
Thunberg menuturkan salah satu bentuk siksaan paling kejam justru tampak sederhana, air. Dia dan aktivis lain dibiarkan haus di bawah panas ekstrem, sementara para penjaga berjalan di depan jeruji dengan botol air di tangan.
“Di sana sangat panas. Kami terus memohon, ‘bolehkah kami minta air?’ Tapi mereka hanya tertawa. Akhirnya kami berteriak. Mereka lalu berjalan sambil mengangkat botol air di depan kami,” katanya, menggambarkan penderitaan psikologis yang dialami. Bahkan ketika air diberikan, beberapa tahanan hanya mendapat air keran kotor berwarna coklat yang membuat mereka sakit.
Kekerasan Sistematis
Thunberg juga menyaksikan bagaimana pasukan Israel memperlakukan tahanan Palestina. Dia melijat jejak-jejak kekerasan di dalam penjara, lubang peluru di dinding, noda darah, serta pesan-pesan yang diukir oleh tahanan Palestina sebagai bentuk keputusasaan dan perlawanan.
Pengalaman kelam ini membuat Thunberg mengalihkan fokus advokasinya. Setelah gencatan senjata Gaza, misi Global Sumud Flotilla kini berfokus pada pembebasan ribuan tahanan Palestina, termasuk anak-anak yang ditahan tanpa pengadilan.
“Ini bukan tentang saya. Ada ribuan warga Palestina yang hidup dalam ketakutan, ratusan di antaranya anak-anak. Mereka disiksa dan dilupakan dunia,” kata Thunberg.
Editor: Anton Suhartono