Dokter Diperkosa lalu Dibunuh, Mahkamah Agung India Ungkap Kebobrokan Rumah Sakit
NEW DELHI, iNews.id - Mahkamah Agung India (CJI) menyebut kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap dokter magang di Kolkata, Benggala Barat, mengejutkan hati nurani bangsa. Mahkamah juga mengkritik lambannya penanganan dan penyelidikan oleh pihak berwenang di Negara Bagian Benggala Barat yang memicu kemarahan nasional.
Ketua Mahkamah Agung India DY Chandrachud memerintahkan pembentukan Satuan Tugas Nasional (NTF) guna membuat rekomendasi protokol keselamatan bagi para profesional medis dan tenaga kesehatan di tempat kerja. Ini tak lepas dari kebobrokan sistem dan aturan rumah sakit India sehingga tak bisa memberikan jaminan keamanan bagi para petugas medis. Pada kasus-kasus sebelumnya banyak dokter yang dianiaya keluarga pasien.
Kasus ini telah mengganggu lembaga medis, termasuk kurangnya ruang istirahat dan toilet, kamera CCTV, personel keamanan, dan pemeriksaan senjata di pintu-pintu masuk rumah sakit.
Mahkamah meminta NTF, terdiri atas para dokter senior dan pejabat pemerintah, untuk menyelidiki setiap fasilitas medis dan memberikan laporan sementara dalam 3 pekan serta laporan akhir dalam 2 bulan.
Dokter Magang Diperkosa dan Dibunuh di RS, Dokter Muda Seantero India Lanjutkan Aksi Mogok
Chandrachud juga mengkritik otoritas Benggala Barat dan kepolisian serta mempertanyakan mengapa ada penundaan dalam menerima laporan pengaduan, FIR, dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan tersebut. Jenazah perempuan 31 tahun itu ditemukan di ruang seminar rumah sakit tempatnya bekerja dalam kondisi mengenaskan.
Selain itu Chandrachud sangat khawatir karena nama korban dan foto-fotonya sempat beredar di media sosial. Padahal hukum India melarang penyebaran identitas korban pemerkosaan, termasuk foto dan videonya. Para pelaku penyebaran bisa dijatuhi hukuman denda atau penjara hingga 2 tahun.
Kasus Pemerkosaan Dokter Magang di India Bikin Kemenkes Kewalahan, RS Diminta Beroperasi Lagi
Hal miris lainnya adalah RG Kar Medical College, lokasi pemerkosaan dan pembunuhan, menjadi sasaran amukan massa yakni para perempuan. Bahkan massa membakar bangsal rumah sakit sebagai bentuk kemarahan. Chandrachud mempertanyakan mengapa tak ada langkah-langkah keamanan yang memadai untuk mengendalikan kekerasan.
"Kekuasaan negara tidak boleh dilepas kepada pengunjuk rasa damai," kata Chandrachud, dikutip dari BBC, Selasa (20/8/2024).
Kasus Pemerkosaan Dokter di India, Sebagian Layanan Rumah Sakit Dihentikan secara Nasional
Para dokter dan tenaga medis seluruh rumah sakit India menggelar aksi mogok nasional sebagaimana diserukan Asosiasi Medis India (IMA). Operasi elektif dan perawatan rawat jalan dihentikan dan hanya layanan darurat yang masih beropeasi di rumah sakit besar.
IMA juga mengeluarkan daftar tuntutan, termasuk penguatan hukum untuk melindungi staf medis dari kekerasan, peningkatan keamanan di rumah sakit, dan penciptaan ruang aman untuk beristirahat.
Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan adalah polisi sukarela rumah sakit yang kini telah ditahan. Biro Penyelidikan Pusat CBI) mengambil alih penyelidikan kasus tersebut karena menyita perhatian publik yang besar. Pemerkosaan dan pembunuhan ini memicu amarah seluruh India, bahkan disamakan dengan kasus serupa yang menimpa seorang mahasiswi di New Delhi pada 2012 silam.
Editor: Anton Suhartono