Dokter Ungkap Prediksi Terburuk soal Wabah Covid-19 di Prancis

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 27 September 2020 - 09:54 WIB
Dokter Ungkap Prediksi Terburuk soal Wabah Covid-19 di Prancis

Kota Paris di Prancis (ilustrasi). (Foto: Dok.)

PARIS, iNews.idPrancis saat ini tengah bergulat mengatasi gelombang kedua wabah virus corona. Kepala Dewan Dokter Nasional Prancis, Patrick Bouet memperkirakan, jika tidak ada perubahan, negara itu bakal menghadapi epidemi Covid-19 selama berbulan-bulan ke depan yang akan membanjiri berbagai fasilitas kesehatan setempat.

“Gelombang kedua datang lebih cepat dari yang kita duga,” kata Bouet kepada mingguan Journal du Dimanche, seperti dikutip kembali AFP, Minggu (27/9/2020) WIB.

Sejumlah kebijakan pembatasan baru untuk memperlambat penyebaran virus corona di daerah-daerah yang paling parah dilanda Covid-19 negara itu—termasuk Kota Marseille dan wilayah Paris—telah menimbulkan perlawanan dari penduduk setempat. Bouet mengatakan, peringatan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Olivier Veran minggu ini belum cukup berdampak.

“Dia (Veran) tidak mengatakan bahwa dalam tiga sampai empat minggu, jika tidak ada perubahan, Prancis akan menghadapi wabah yang meluas di seluruh wilayah, selama beberapa bulan di musim gugur dan musim dingin yang panjang,” kata Bouet.

Dia mengingatkan, jika bencana itu terjadi, petugas medis yang tersedia di Prancis tidak akan cukup untuk memberikan bala bantuan. Sistem kesehatan negara itu juga tidak akan dapat melayani semua tuntutan pasien.

“Banyak dari mereka (petugas kesehatan) yang bakal kelelahan dan trauma,” tuturnya.

Otoritas kesehatan Prancis pada Sabtu (26/9/2020) mencatat tambahan 14.412 kasus baru Covid-19 dalam kurun 24 jam. Jumlah ini sedikit lebih rendah dari rekor 16.000 kasus lebih yang dikonfirmasi pada Kamis (24/9/2020) dan Jumat (25/9/2020).

Selama tujuh hari terakhir, 4.102 pasien Covid-19 di Prancis masuk rumah sakit, dan 763 di antaranya dirawat di ICU.

Dikutip dari laman Worldometer, Prancis sejauh ini membukukan total 527.446 kasus Covid-19 dengan 31.700 kematian di antaranya. Jumlah kasus aktif di negara itu sebanyak 400.855 kasus atau mencapai 76,9 persen. Sementara, jumlah pasien sembuhnya sebanyak 94.891 orang atau hanya sekitar 18 persen. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 Prancis termasuk terendah di dunia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil