Donald Trump Akui Sempat Remehkan Covid-19 Meski Sejak Awal Tahu Virus Itu Mematikan

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 10 September 2020 - 11:55 WIB
Donald Trump Akui Sempat Remehkan Covid-19 Meski Sejak Awal Tahu Virus Itu Mematikan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui dirinya sempat mengecilkan penularan Covid-19 di awal pandemi. Dia terpaksa melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan.

Pengakuan Trump itu terungkap dalam rekaman wawancara dengan jurnalis Bob Woodward yang kutipannya tertulis dalam buku bertajuk Rage yang akan rilis pekan depan.

Dalam wawancara pada 19 Maret lalu, Trump mengatakan bahwa dia tahu betapa mematikan dan menularnya Covid-19 namun berusaha mengecilkan ancamannya karena tak ingin menimbulkan kepanikan.

"Saya ingin selalu mengecilkannya (Covid-19)," kata Trump dikutip dari AFP, Kamis (10/9).

"Saya berusaha mengecilkannya karena saya tidak mau menimbulkan kepanikan," lanjutnya.

Dalam rekaman wawancara lainnya, pada 7 Februari, Trump mengatakan kepada Woodward bahwa dia membenarkan virus itu menyebar di udara meskipun berulang kali orang nomor satu Amerika itu mengejek orang-orang yang memakai masker.

Namun, pada Juli lalu Trump untuk pertama kalinya mau tampil di depan publik mengenakan masker setelah Amerika Serikat mengalami lonjakan kasus baru secara signifikan menjadi lebih dari 2 juta kasus.

Banyak pakar meyakini perilisan buku Rage delapan pekan sebelum pilpres AS 2020 akan menjadikan Trump dan Partai Republik sasaran empuk kritik dan kecaman dari Partai Demokrat yang sejak awal masa kampanye fokus memanaskan isu kegagalan Trump mengatasi Covid-19.

Kendati demikian, Trump sebaliknya malah optimistis buku Rage yang menuliskan perjalanan pemerintahannya sejak 2017 bakal mengungkap keputusan strategis apa saja yang diklaim berpihak terhadap rakyat.

"Saya tidak ingin orang takut."

"Saya tidak akan membuat negara ini atau dunia menjadi gaduh. Kami harus menunjukkan kepemimpinan," ujarnya.

Amerika Serikat berada di urutan pertama negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia yaitu lebih dari 6,4 juta kasus dan lebih dari 190.000 angka kematian.

Editor : Arif Budiwinarto