Donald Trump: Arab Saudi akan Normalisasi Hubungan dengan Israel di Waktu yang Tepat

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 16 September 2020 - 09:15:00 WIB
Donald Trump: Arab Saudi akan Normalisasi Hubungan dengan Israel di Waktu yang Tepat
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump telah menyaksikan penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel. Trump berharap Arab Saudi menjadi negara selanjutnya yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara Yahudi.

Trump menjadi sosok penting di balik membaiknya hubungan diplomatik dua negara Arab yakni UEA dan Bahrain dengan Israel. UEA dan Israel sepakat memulihkan hubungan pada 13 Agustus lalu yang ditengahi oleh Amerika Serikat.

Bahrain mengikuti langkah Abu Dhabi pada 11 September kemarin. Perwakilan ketiga negara secara resmi telah menandatangani perjanjian normalisasi hubungan diplomatik yang disebut Abraham Accord di Gedung Putih, Washington, Selasa (15/9/2020).

Dalam momen bersejarah tersebut Israel diwakili oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, UEA diwakili Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif Al Zayani.

Dalam pidatonya, Trump yang turut hadir dalam penandatanganan tersebut menyatakan keyakinan banyak negara di jazirah Arab akan segera menjalin kerja sama dengan Israel sebagai bentuk pengakuan terhadap negara Zionis.

Trump mengaku sudah pernah berbicara dengan Raja Arab Saudi mengenai wacana membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Presiden ke-45 AS itu optimistis usulannya itu akan diterima dengan baik oleh pemimpin Arab.

"Saya telah berbicara dengan Raja Arab Saudi (Raja Salman). Itu (normalisasi hubungan dengan Israel) akan datang pada waktu yang tepat," kata Trump menjawab pertanyaan jurnalis seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/9/2020).

"Saya pikir tujuh, delapan, atau sembilan negara akan menormalisasi hubungan dengan Israel," katanya.

Sepekan setelah Uni Emirat Arab (UEA) sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel, Arab Saudi mengeluarkan pernyataan yang memastikan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sampai perdamaian dengan Palestina tercapai dan diakui secara internasional.

Berstatus sebagai ketua Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Arab Saudi tentu tidak boleh mengabaikan jutaan orang Arab dan Muslim yang menuntut keadilan bagi Palestina.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan Indeks Opini Arab menunjukkan orang Arab yang menentang pengakuan diplomatik Israel meningkat dari 84 persen pada 2011 menjadi 87 persen pada 2018.

Editor : Arif Budiwinarto