Donald Trump Positif Covid-19, Begini Reaksi Publik China

Ahmad Islamy Jamil · Sabtu, 03 Oktober 2020 - 05:29:00 WIB
Donald Trump Positif Covid-19, Begini Reaksi Publik China
Presiden AS Donald Trump bersama istrinya, Melania. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id – Kabar tentang Presiden AS Donald Trump terinfeksi Covid-19 mendapat respons luas di kalangan publik China. Sejumlah pengamat dan media pemerintah China menilai, diagnosis positif Covid-19 yang diidap Trump dan istrinya, Melania Trump, menunjukkan betapa parahnya situasi wabah di AS.

Media milik pemerintah setempat, China Daily menyatakan, infeksi yang dialami Trump menjadi pengingat bahwa virus corona terus menyebar, sekalipun politikus Partai Republik itu berusaha untuk menganggap enteng bahaya yang ditimbulkan oleh pandemi tersebut.

“Sejak (Covid-19) muncul awal tahun ini, Trump, Gedung Putih, dan kampanyenya telah meremehkan ancaman tersebut,” ungkap China Daily seperti dikutip kembali The Straits Times, Sabtu (3/10/2020).

“Mereka menolak untuk mematuhi pedoman kesehatan masyarakat dasar, termasuk yang dikeluarkan oleh pemerintahannya sendiri seperti mengenakan masker di depan umum dan mempraktikkan jarak sosial,” kata koran itu.

Kemarin, Trump mengumumkan di Twitter bahwa dia dan Ibu Negara AS Melania Trump positif terkena virus corona. Trump didiagnosis mengidap Covid-19, setelah salah satu asisten seniornya, Hope Hicks, dikonfirmasi mengidap virus itu.

Kabar terinfeksinya Trump menjadi topik trending teratas di Weibo (media sosial semacam Twitter versi China). Tagar “Pasangan Trump Dinyatakan Positif Covid-19” pun menggema di platform medsos itu, mencapai lebih dari 1,2 miliar penayangan hingga pukul 18.00 kemarin di Beijing. Sebagian dari netizen Tiongkok memanfaatkan berita itu untuk mengolok-olok AS.

Sejak beberapa bulan lalu, Trump memberikan berbagai tekanan kepada China. Perang urat syaraf antara Washington DC dan Beijing pun kian meningkat dalam berbagai hal, mulai dari masalah pandemi Covid-19, hingga terkait isu perdagangan. Pemerintah AS telah mengancam untuk melarang aplikasi populer buatan China seperti WeChat dan TikTok beredar di Amerika.

AS juga membatalkan visa para pelajar dan peneliti China atas kekhawatiran spionase dan mengkritik penanganan China terhadap Covid-19.

Langkah-langkah AS tersebut memungkinkan Beijing untuk membangkitkan rasa nasionalisme di kalangan rakyatnya. Mereka ingin menunjukkan keberhasilan China dalam mengekang penyebaran Covid-19 di dalam wilayah mereka.

Pemimpin redaksi Global Times (tabloid milik Partai Komunis China), Hu Xijin, menulis di Weibo bahwa infeksi Covid-19 yang diidap Trump menunjukkan tingkat keparahan wabah di AS. Dia mengatakan, peristiwa tersebut kemungkinan akan memengaruhi kampanye Trump untuk Pilpres AS.

AS sejauh ini telah mencatat lebih dari 7,3 juta kasus Covid-19 dengan lebih dari 200.000 kematian.

Sementara, ungkapan dengan nada lebih diplomatis disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying. "Saddened to learn #President and the #FirstLady of the #US tested positive. Hope they both have a speedy recovery and will be fine. (Sedih mengetahui presiden dan ibu negara dari AS dinyatakan positif Covid-19. Semoga mereka berdua cepat sembuh dan akan baik-baik saja.),” cuit Hua.

Editor : Ahmad Islamy Jamil