Dubes Lalai, PM Malaysia Terpaksa Menunggu Lama di Bandara saat Kunjungan ke Uni Emirat
Kemlu Malaysia mencontohkan, Ismail mendapat pengawalan keamanan dan iring-iringan kendaraan saat menghadiri Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, baru-baru ini, padahal pemerintah setempat tidak memberikan status tamu.
Kedua diplomat itu juga tidak menginformasikan acara World Government Summit (WGS) yang digelar saat Dubai Expo. Pimpinan kemlu baru mengetahui adanya KTT tersebut pada 30 Maret, itu pun melalui sumber lain.
"Jika kami diberitahu tentang KTT itu, tentu saja akan dilakukan upaya agar Perdana Menteri dapat menyampaikan pidato pada program tersebut," demikian isi pernyataan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Saifuddin Abdullah telah bertemu dengan mitranya dari UEA, Reem Ebrahim Al Hashimy, pada 30 Maret dan diberitahu bahwa PM Ismail diundang menghadiri penutupan WGS di hari yang sama.
"Masalah ini tidak akan terjadi jika koordinasi dilakukan lebih awal. Ini karena pemerintah UEA telah menyiapkan semua fasilitas untuk Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan sampai akhir kunjungan," katanya.
Selama kunjungan ke Dubai pada 27-31 Maret, Ismail menghadiri upacara penutupan Paviliun Malaysia di Expo 2020 Dubai dan menyaksikan penandatanganan beberapa nota kesepahaman antara perusahaan Malaysia dan internasional.
Ismail juga bertemu dengan Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Editor: Anton Suhartono