Dubes Rusia: Perang Dunia III Bisa Terjadi jika Barat Terus Kirim Senjata ke Ukraina
LONDON, iNews.id – Rusia kembali mengingatkan negara-negara Barat soal keterlibatan mereka dalam krisis Ukraina. Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin mengatakan, Barat berisiko membawa situasi konflik tersebut menuju Perang Dunia III dengan terus mengirimkan senjata ke Kiev.
“Rusia harus melawan, tidak hanya Ukraina, tetapi juga sampai batas tertentu, (negara-negara) Barat secara kolektif, terutama menentang pengiriman senjata ini. Namun, ada garis tipis yang bisa dilintasi Barat, dan itu sangat berbahaya,” kata Kelin kepada saluran berita Mesir, al-Qahera News, Jumat (11/8/2023).
Diplomat Rusia itu menuturkan, Barat harus menghindari eskalasi di Ukraina. Amerika Serikat dan sekutunya juga harus menghentikan pasokan senjata mereka ke Ukraina dan mengambil sikap yang realistis dalam konflik tersebut.
Menurut Kelin, salah satu konsekuensi terburuk dari pengiriman senjata terus-menerus oleh Barat adalah bangkrutnya Ukraina. Karenanya, jalan alternatif yang paling mungkin untuk menghindari itu adalah berunding untuk mencapai perdamaian. Sayangnya, Kiev saat ini sudah berada di bawah tekanan Barat untuk terlibat dalam negosiasi tersebut.
Rusia Klaim Rontokkan 13 Drone Ukraina yang Menyasar Moskow dan Sevastopol Krimea
“Jika mempersenjatai Ukraina terus berlanjut dan jika serangan dan permusuhan dari Ukraina terus berlanjut, itu akan menyebabkan Ukraina menjadi negara yang gagal. Alternatifnya, mungkin ada negosiasi perdamaian yang benar-benar realistis,” kata diplomat itu.
Kelin pun menyambut baik upaya negara-negara Afrika dan China untuk menengahi konflik di Ukraina. Menurut dia, tawaran dari Afrika dan China semuanya positif. “Walaupun sejauh ini, belum ada inisiatif yang memberikan jalan keluar yang realistis dari krisis ini,” ujarnya.
Dia mengatakan proposal perdamaian yang realistis dalam pandangan Moskow itu harus memperhitungkan fakta di lapangan dan mencakup jaminan bahwa Ukraina tidak akan pernah menjadi ancaman bagi Rusia. Selain itu, Kiev juga mesti menghormati hak-hak penduduk minoritas penutur bahasa Rusia di Ukraina.
Editor: Ahmad Islamy Jamil