Duh, Banyak Pasien Covid-19 Sembuh yang Menderita Gangguan Jiwa

Anton Suhartono ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 14:24 WIB
Duh, Banyak Pasien Covid-19 Sembuh yang Menderita Gangguan Jiwa

Studi di Italia mengungkap banyak pasien Covid-19 sembuh yang mengalami gangguan kejiwaan (Foto: AFP)

MILAN, iNews.id - Sembuh dari Covid-19 bukan berarti akhir dari musibah, setidaknya hal ini dialami para pasien di Italia. Hasil studi mengungkap banyak pasien sembuh di negara itu yang mengalami gangguan kejiwaan ringan hingga berat.

Data yang dirilis Rumah Sakit San Raffaele, Milan, dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah 'Brain, Behavior and Immunity' pada Senin (3/8/2020), mengungkap, pasien Covid-19 yang sembuh mengalami tingkat masalah kejiwaan lebih tinggi, termasuk gangguan stres pascatrauma (PTSD), kecemasan, insomnia, dan depresi.

Setengah lebih dari 402 pasien Covid-19 yang diawasi mengalami setidaknya satu kali gangguan, ini sebanding dengan keparahan inflamasi selama sakit. Pasien yang terdiri dari 265 laki-laki dan 137 perempuan diperiksa setelah 1 bulan dirawat di rumah sakit tersebut.

"Jelas bahwa inflamasi yang disebabkan oleh penyakit tersebut juga dapat bereaksi terhadap tingkat kejiwaan," kata ketua kelompok Unit Penelitian Psikiatri dan Psikobiologi Klinis RS San Raffaele, Francesco Benedetti, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/8/2020).

Berdasarkan wawancara klinis dan penilaian diri, para dokter mendapati gangguan PTSD pada 28 persen kasus. Selain itu 31 persen dari total kasus mengalami depresi, 42 persen mengalami kecemasan, 40 persen insomnia, dan 20 persen gejala obsesif kompulsif.

Perempuan paling banyak mengalami kecemasan dan depresi meski keparahan infeksinya lebih rendah.

"Kami berhipotesis, ini bisa saja terjadi karena fungsi imun yang berbeda," ujar Benedetti.

Dampak kejiwaan dari Covid-19 bisa disebabkan oleh respons imun terhadap virus maupun faktor stres psikologi seperti stigma, isolasi sosial, dan kekhawatiran menularkan penyakit ke orang lain.

Hasil studi ini bisa menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan komplikasi kesehatan yang bisa melemahkan pasien sembuh.

Editor : Anton Suhartono