China Bangun Rumah Sakit hanya 10 Hari untuk Tampung 1.000 Korban Virus Korona

Anton Suhartono ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 17:26 WIB
 China Bangun Rumah Sakit hanya 10 Hari untuk Tampung 1.000 Korban Virus Korona

Ratusan ekskavator dikerahkan untuk mempersiapkan lahan rumah sakit baru di pusat Kota Wuhan, China (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - China mengerahkan ribuan pekerja untuk membangun rumah sakit di Kota Wuhan guna menampung para korban terjangkit virus korona baru.

Fasilitas medis itu diperkirakan rampung dan bisa digunakan pada 3 Februari 2020. Jumlah penderita gangguan pernapasan yang mirip dengan SARS ini terus melonjak dari hari ke hari.

Baca Juga: Perjalanan Transportasi di 13 Kota China Dihentikan akibat Virus Korona, 41 Juta Orang Terdampak

Hingga Jumat (24/1/2020), 26 orang meninggal dan lebih dari 830 lainnya positif terjangkit. Sebagian besar berada di Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran virus korona.

Ratusan ekskavator dan truk bekerja 24 jam penuh untuk menyiapkan lahan seluas 25.000 meter persegi yang akan dibangun rumah sakit.

Menurut laporan Xinhua, rumah sakit tersebut mampu menampung 1.000 pasien.

Pembangunan dimulai begitu adanya laporan bahwa jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan virus korona kurang. Saat ini di Wuhan tedapat 11 rumah sakit dan klinik rujukan penderita virus korona.

"(Tujuannya) Mengurangi kekurangan sumber daya medis dan meningkatkan kemampuan untuk merawat pasien," demikian laporan Xinhua.

Rumah sakit dibangun menggunakan material precast yang tinggal dipasang. Modelnya akan dibuat sama dengan rumah sakit penderita SARS di pinggiran Beijing.

Baca Juga: WHO Peringatkan Virus Corona Penyebab Pneumonia di China Bisa Jadi Wabah Besar

Pada 2003, Cina mendirikan sebuah rumah sakit di pinggiran Beijing dalam waktu kurang dari sepekan untuk memenuhi peningkatan jumlah pasien penderita SARS. Wabah penyakit yang terjadi pada 2002-2003 itu menewaskan 349 orang di China dan 299 lainnya di Hong Kong.

Rumah sakit bernama Xiaotangshan itu dibuat dari material precast.


Editor : Anton Suhartono