Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Erdogan dan Putin Sepakati Gencatan Senjata, Kondisi di Suriah Mulai Tenang

Jumat, 06 Maret 2020 - 08:35:00 WIB
Erdogan dan Putin Sepakati Gencatan Senjata, Kondisi di Suriah Mulai Tenang
Presiden Rusia Vladimir Putin Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjabat tangan di akhir pernyataan pers bersama setelah pembicaraan di Kremlin di Moskow, 5 Maret 2020. (FOTO: Pavel Golovkin / POOL / AFP)
Advertisement . Scroll to see content

HAMA, iNews.id - Rusia dan Turki menyepakati gencatan senjata di Suriah. Gencatan senjata itu mulai berlaku pada tengah malam, Jumat (6/3/2020), dalam upaya menghentikan pertempuran sengit di Idlib yang memicu bencana kemanusiaan dan menimbulkan kekhawatiran bentrokan antara tentara.

Namun, beberapa menit sebelum gencatan senjata akan diberlakukan, pengeboman masih terus berlanjut, menurut Lembaga Observatorium HAM Suriah.

"Namun ada tembakan artileri oleh pasukan rezim Suriah pada posisi kelompok pemberontak di daerah-daerah yang dikendalikan oleh jihadis di bagian Aleppo dan Hama yang berbatasan dengan provinsi Idlib di Suriah barat laut."

Menurut AFP, setelah gencatan senjata di Suriah diberlakukan, kondisi relatif tenang. Ketenangan dilaporkan terjadi di sekitar wilayah di Idlib yang hancur akibat konflik tak lama setelah gencatan senjata diberlakukan.

Lembaga Observatorium HAM Suriah yang berbasis di Inggris itu juga menyebut, serangan udara Rusia dan Suriah terhenti.

Gencatan senjata di Suriah utara disepakati setelah pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitra Turki Recep Tayyip Erdogan. Kesepakatan muncul setelah meningkatnya kekerasan di Idlib, provinsi barat laut Suriah di mana Turki memerangi pasukan pemerintah yang didukung Rusia.

Hampir satu juta warga sipil meninggalkan rumah mereka karena pertumpahan darah; dan puluhan tentara Turki terbunuh.

Putin dan Erdogan menyetujui gencatan senjata mulai dari tengah malam setelah lebih dari enam jam perundingan di Moskow.

"Kami berharap bahwa perjanjian ini akan mengarah pada penghentian permusuhan segera dan abadi yang menjamin perlindungan warga sipil di Suriah barat laut," kata juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut