Erdogan Kritik Pedas Pemimpin Barat sambil Pamer Prestasi Berhasil Rangkul Rusia dan Ukraina
Turki menjadi penengah atas kesepakatan yang diteken pekan lalu antara Rusia dan Ukraina, yakni negosiasi kesepakatan ekspor biji-bijian. Sebelum itu, Turki juga menjadi tuan rumah pembicaraan damai di masal awal konflik antara dua pihak, meski proses itu gagal.
"Kami bertekad untuk menerapkan perjanjian tersebut,” kata Erdogan, merujuk pada kesepakatan ekspor biji-bijian Ukraina.
Dampak dari kesepakatan itu, lanjut dia, bisa mengurangi krisis pangan global. Ukraina merupakan salah satu eksportir gandum atau biji-bijian terbesar di dunia.
Erdogan melanjutkan, Turki tak menganggap Rusia dan Ukraina sebagai musuh. Turki belum menjatuhkan sanksi apa pun terhadap Rusia, tapi di lain pihak bisa memasok persenjataan ke Ukraina yang bahkan digunakan dalam perang melawan pasukan Beruang Merah, seperti drone Bayraktar TB-2.
Mengenai hubungan dengan Rusia, Erdogan menegaskan Turki fokus pada isu-isu saling menguntungkan, seperti proses perdamaian di Suriah.
Sebagai bagian dari inisiatif 'Astana Three', Erdogan telah membahasnya bersama Putin dan Presiden Iran Ebrahim Raisi di Teheran awal bulan ini.
Editor: Anton Suhartono