ANKARA, iNews.id - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pengiriman pertama sistem pertahanan rudal S-400 Rusia ke Turki akan berlangsung dalam waktu 10 hari. Dia menyebut hal itu sehari setelah mengklaim Presiden Donald Trump menjamin Amerika Serikat (AS) tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Turki terkait pembelian senjata pertahanan Rusia tersebut.
Turki dan AS—sekutu dalam keanggotaan NATO—berselisih terkait keputusan Turki membeli S-400 Rusia. AS memperingatkan akan menjatuhkan sanksi jika pengiriman sistem rudal itu dilakukan.
Siapa Bella 1? Kapal Tanker Rusia Beroperasi dalam Armada Bayangan
Turki menentang peringatan tersebut dan menegaskan kesepakatan pembelian tidak akan dibatalkan.
AS menyatakan sistem S-400 akan menjadi 'pesaing' jet tempur Lockheed Martin Corp F-35, di mana Turki merupakan produsen dan pembeli.
Abaikan Ancaman AS, Rusia Mulai Kirim Sistem Rudal S-400 ke Turki
AS juga secara resmi memulai proses pembatalan pengiriman program F-35 ke Turki dan dan menghentikan laithan pilot Turki di AS.
Namun, pada Sabtu (29/6/2019) pekan lalu, Erdogan mengklaim Presiden AS Donald Trump mengatakan kepadanya bahwa tidak akan ada sanksi atas kesepakatan Turki dan Rusia soal pembelian S-400.
Pujian Rusia ke Erdogan karena Nekat Beli Rudal S-400 meski Ditekan AS
Trump sendiri mengatakan bahwa Turki diperlakukan tidak adil atas langkah tersebut.
Sementara itu, Gedung Putih menyatakan Trump prihatin atas kesepakatan pembelian S-400 dan mendorong Turki untuk bekerja sama dengan AS dalam kerja sama pertahanan dengan cara yang memperkuat aliansi NATO.
Erdogan Tegaskan Turki Tetap Butuh Rudal S-400 Rusia dan Jet F-35 AS
Berbicara kepada wartawan setelah KTT G-20 di Jepang, Erdogan mengaku yakin perselisihan tentang S-400 akan diatasi tanpa masalah. Dia menambahkan bahwa rekannya dari AS itu mendukung Turki dalam perselisihan tersebut.
"Dalam panggilan telepon, ketika kami berkumpul bersama secara bilateral, Trump sejauh ini belum mengatakan 'Kami akan menjatuhkan sanksi ini'. Pada (masalah) S-400, dia berkata kepada saya; 'Anda benar.' Kami membawa masalah ini ke tingkat yang sangat maju," kata Erdogan, kepada NTV, yang dikutip Reuters, Senin (1/7/2019).
Turki Beli Rudal Rusia S-400 Senilai Rp33,3 Triliun
"Pada tingkat lanjut ini, Trump berkata 'Ini tidak adil'. Ini sangat penting. Saya percaya bahwa kami akan mengatasi proses ini tanpa masalah," imbuh Erdogan.
Dia mengatakan dia dan Trump sepakat untuk mendelegasikan pejabat untuk menindaklanjuti masalah ini. Dia juga mengatakan menteri luar negeri dan pertahanan Turki dan AS akan "membuka pintu" untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Dalam upaya untuk memengaruhi Turki, AS menawarkan untuk memasok sistem rudal Patriot buatan Raytheon Co.
"Satu S-400 bernilai tiga Patriot. Jika kondisinya sama dengan (kesepakatan) S-400, kami akan membeli Patriot, tetapi jika tidak, maka kami harus memikirkan minat kami," ujar Erdogan.
Editor: Nathania Riris Michico
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku