Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Ingatkan Kondisi Geopolitik Dunia Sangat Rawan, Perang Dahsyat di Mana-Mana
Advertisement . Scroll to see content

Fakta-Fakta di Balik Tangguhnya Pasukan Perang Romawi, Pelatihannya Sangat Kejam

Jumat, 11 Februari 2022 - 14:55:00 WIB
Fakta-Fakta di Balik Tangguhnya Pasukan Perang Romawi, Pelatihannya Sangat Kejam
Fakta-fakta di balik tangguhnya pasukan perang Kerajaan Romawi di zaman dulu, salah satunya pelatihan yang terbilang kejam (Foto: Historyanwsers)
Advertisement . Scroll to see content

Selain itu, kunci dari kesuksesan para pasukan Romawi adalah kedisiplinan. Jika mereka ketahuan melanggar peraturan, hukuman terberatnya dieksekusi mati. Selama masa pelatihan ini, pasukan yang tidak kuat dipersilakan mengundurkan diri. 

3. Baju Besi dan Senjata Pasukan Romawi

Baju perang Romawi dirancang sedemikian rupa untuk melindungi mereka dari tebasan pedang. Pada bagian dada, prajurit menggunakan lorica segmenta yakni besi yang disatukan untuk memudahkan mereka bergerak dan sebagai baju zirah. Para prajurit juga menggunakan helm besi yang dibiarkan terbuka pada bagian wajah. Helm sangat penting demi melindungi kepala dari hantaman pedang atau senjata musuh.

Senjata yang digunakan pasukan romawi bernama artileri, teknologi pasukan Romawi yang amat ditakuti musuh. Senjata artileri ini termasuk ballista dan catapulta. Catapulta adalah ketapel besar untuk melempar batu atau bola api. Sementara ballista adalah penembak yang bisa melemparkan proyektif hingga ratusan meter. 

4. Taktik Perang

Pasukan Romawi memiliki formasi yang diberi nama tetsudo (kura-kura). Formasi ini dibuat dengan berkumpul kemudian membentuk cangkang menggunakan perisai. Prajurit di barisan belakang mengangkat perisai di atas kepala. Formasi kura-kura dilakukan saat panah dan ketapel musuh ditembakkan sambil mereka berjalan secara perlahan mendekati musuh. 

Mereka juga memiliki kavaleri atau pasukan berkuda yang bertugas mengejar para prajurit yang melarikan diri. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut