Fasilitas Nuklir Rahasia Diserang Israel, Iran: Tak Mungkin Tanpa Bantuan IAEA!
Fasilitas untuk Keperluan Medis Justru Jadi Target
Menurut Eslami, fasilitas nuklir yang diserang itu digunakan untuk memproduksi bahan bakar reaktor riset, yang menghasilkan isotop radioaktif untuk penggunaan medis di rumah sakit. Iran menegaskan, kegiatan di fasilitas tersebut sepenuhnya bersifat damai.
Namun serangan Israel pada 13-24 Juni lalu tidak hanya menyasar fasilitas nuklir, melainkan juga menghantam sejumlah ilmuwan dan pejabat militer Iran yang dianggap berperan dalam program nuklir negara tersebut.
AS Ikut Serang Tiga Fasilitas Nuklir Iran
Tidak berhenti pada serangan Israel, Amerika Serikat (AS) juga melakukan serangan langsung terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni. Serangan itu kemudian dibalas Teheran sehari setelahnya dengan menggempur pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah, Al Odeid, Qatar.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengakui secara terbuka bahwa dialah yang memerintahkan Israel untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Teheran menuntut penjelasan dari IAEA mengenai bagaimana informasi mengenai fasilitas yang dibangun dengan bantuan lembaga itu bisa menjadi target awal serangan Israel.
Kecurigaan Iran memicu kekhawatiran internasional, mengingat IAEA selama ini berfungsi sebagai lembaga independen yang memastikan kegiatan nuklir negara anggota berjalan sesuai aturan global.
Hingga kini, IAEA belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan tersebut. Namun, tekanan politik terhadap lembaga itu diperkirakan akan meningkat seiring memburuknya hubungan Iran dengan AS dan Israel.
Editor: Anton Suhartono