FDA Setujui Penggunaan Remdesivir untuk Pasien Covid, Pertama di AS

Antara ยท Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:10 WIB
FDA Setujui Penggunaan Remdesivir untuk Pasien Covid, Pertama di AS

Remdesivir yang diproduksi perusahaan asal AS. (Foto: AFP)

WASHINGTON DC, iNews.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui penggunaan obat antivirus remdesivir produksi Gilead Sciences untuk pasien rawat inap Covid. Ini menjadikannya obat pertama dan satu-satunya yang direstui di Amerika Serikat untuk pengobatan Covid.

Remdesivir, yang diberikan secara intravena, menjadi salah satu obat yang digunakan untuk mengobati Presiden AS Donald Trump selama melawan Covid-19. Obat tersebut mengantongi izin penggunaan darurat dari FDA sejak Mei, setelah riset yang dipimpin oleh Institut Kesehatan Nasional AS menunjukkan bahwa remdesivir mengurangi waktu rawat inap hingga lima hari.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu menyatakan bahwa uji klinis global pengobatan Covid-19 menemukan bahwa remdesivir tidak berdampak substansial terhadap lamanya pasien berada di rumah sakit atau kemungkinan bertahan hidup. Riset tersebut belum ditinjau ulang oleh para ahli sejawat dari luar.

Gilead lantas mempertanyakan potensi bias dalam riset WHO, yang tidak “dibutakan”, yang artinya bahwa partisipan dan dokter mereka mengetahui pengobatan mana yang sedang digunakan. Remdesivir, yang akan dijual dengan nama merek Veklury, dihargai 3.120 dolar AS (sekitar Rp45 juta) untuk pengobatan lima hari, atau 2.340 dolar AS (sekitar Rp34 juta) untuk pembeli kalangan pemerintah seperti Departemen Urusan Veteran.

Gilead mengaku saat ini sedang memenuhi permintaan obat di AS dan mengantisipasi pemenuhan global hingga akhir Oktober. Perusahaan farmasi itu menyatakan, obat buatan mereka mengantongi persetujuan regulasi atau penggunaan darurat di sekitar 50 negara lainnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua