Filipina ke China: Kita Berteman, Bukan Berarti Kami Akan Korbankan Kedaulatan

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 03 Mei 2021 - 11:21:00 WIB
Filipina ke China: Kita Berteman, Bukan Berarti Kami Akan Korbankan Kedaulatan
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)

MANILA, iNews.idFilipina pada hari ini kembali mengecam manuver Tiongkok di perairan yang disengketakan kedua negara di Laut China Selatan. Negara Asia Tenggara itu menegaskan, hubungan baik dengan negara lain bukan berarti mengorbankan kedaulatan sendiri.

Menurut Manila, klaim Beijing atas beting yang berjarak 124 mil dari pantai Filipina adalah tidak berdasar. “China tidak memiliki hak penegakan hukum di wilayah tersebut,” ungkap Kementerian Luar Negeri Filipina dikutip Bloomberg, Senin (3/5/2021).

Kemlu Filipina menyatakan, pihaknya juga memprotes kehadiran kapal-kapal penangkap ikan dan kapal milisi maritim China yang berkepanjangan, ilegal, dan terus meningkat di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina. Pernyataan terbaru dari kementerian itu sekaligus menandakan semakin dalamnya ketegangan antara Manila dan Beijing di Laut China Selatan.

Kawasan beting Scarborough Shoal berada dalam ZEE 200 mil laut Filipina, dan berjarak sekitar 472 mil laut dari pantai terdekat China. Akan tetapi, Tiongkok mengklaim kehadiran kapal-kapalnya di perairan itu adalah wajar dan sah.

“Filipina meminta China untuk menarik kapal pemerintahnya di sekitar Scarborough Shoal dan gugusan Pulau Kalayaan di Kepulauan Spratly,” kata Kemlu Filipina.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, yang dilewati perdagangan kapal senilai sekitar 3 triliun dolar AS (Rp43.328 triliun) setiap tahun. Padahal, putusan pengadilan arbitrase di Den Haag, Belanda, pada 2016 menyatakan bahwa klaim Beijing itu tidak sesuai dengan hukum internasional.

Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana mengatakan, kapal-kapal penjaga pantai dan perikanan Filipina akan terus berpatroli di wilayah perairan yang disengketakan. “Pemerintah (Filipina) tidak akan goyah pada posisinya,” ujarnya, dikutip Reuters.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2