Filipina Murka, China Gambarkan Rakyatnya sebagai Monyet dalam Video AI
"Perselisihan mengenai isu hukum dan politik tidak membenarkan penggunaan gambar yang mengganggu, yang tidak memiliki tempat dalam ruang publik yang beradab dari sebuah negara yang bertanggung jawab," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina.
Kementerian itu menilai video tersebut hanya akan memperlebar ketidakpercayaan antara Filipina dan China. Pihaknya juga mendesak China Daily segera menghapus unggahan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, video itu masih dapat diakses melalui akun Facebook China Daily.
Dilansir dari BBC, kontroversi tersebut mencuat ketika Filipina memperingati satu dekade putusan Mahkamah Arbitrase Permanen di Den Haag yang memenangkan gugatan Manila terhadap klaim sepihak Beijing di Laut China Selatan. Dalam putusan yang diterbitkan pada 2016, tribunal menyatakan klaim China atas sebagian besar wilayah Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum berdasarkan hukum internasional. Namun, Beijing menolak putusan tersebut dengan alasan tribunal tidak memiliki yurisdiksi.
Ketegangan antara Beijing dan Manila dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat akibat tumpang tindih klaim wilayah, terutama di Kepulauan Spratly dan Karang Scarborough. Kedua kawasan itu berjarak sekitar 160 kilometer (km) dari Filipina dan sekitar 800 km dari daratan China.