Foto Bocah Brasil Berenang di Pantai yang Penuh Tumpahan Minyak Jadi Viral

Anton Suhartono ยท Senin, 28 Oktober 2019 - 11:34 WIB
Foto Bocah Brasil Berenang di Pantai yang Penuh Tumpahan Minyak Jadi Viral

Everton Miguel dos Anjos berenang di pantai yang dipenuhi tumpahan minyak (Foto: AFP)

BRASILIA, iNews.id - Foto seorang bocah laki-laki di Brasil berenang di laut dalam kondisi tubuh dipenuhi tumpahan minyak dari kapal menjadi viral. Tampak wajah anak tersebut mengekspresikan rasa putus asa atas kondisi lingkungan tempat tinggalnya.

Foto tersebut diambil seorang juru foto stringer AFP pada Senin pekan lalu di Pantai Itapuama, Cabo de Santo Agostinho, Negara Bagian Pernambuco.

Dia mengabadikan momen saat bocah, diketahui bernama Everton Miguel dos Anjos (13), keluar dari air setelah berenang di pantai yang dipenuhi polusi minyak yang mengotori sepanjang pantai timur laut Brasil selama hampir 2 bulan.

Everton bersama empat saudara laki-laki dan beberapa sepupu, bergabung dengan ratusan sukarelawan pada hari itu yang berusaha membersihkan pantai dari minyak dari bebatuan.

Dia berenang mengenakan kaus, namun akhirnya melepas ketika mendapati tubuhnya sudah dibalut limbah minyak mentah berwarna abu-abu pekat.

Dia mengatakan kepada juru foto bahwa sang ibu memarahinya saat melihat foto-foto itu setelah dirilis oleh media massa internasional.

"Saya telah meminta izin padanya untuk membantu membersihkan pantai dan dia menjawab ya, selama aku tidak menjadi kotor," kata bocah itu.

Namun empat hari setelah foto tersebut menjadi pemberitaan, tidak banyak lagi minyak yang tersisa di pantai.

Sejak itu tentara Brasil mengambil alih operasi pembersihan, dan anak-anak di sana tidak diperbolehkan lagi membantu.

Angkatan Laut Brasil menyatakan, sejak awal tumpahan, lebih dari 1.000 ton minyak dibersihkan.

Tumpahan pertama kali terlihat pada 30 Agustus di lepas pantai Negara Bagian Paraiba dan sekarang telah menyebar di sepanjang 2.250 km garis pantai, mengotori tempat-tempat indah di wilayah miskin yang mengandalkan pendapatannya dari sektor pariwisata.

Kelompok lingkungan mengeluhkan lambannya pemerintah dalam menanggapi krisis serta gagal menyediakan sumber daya yang tepat untuk mengatasi bencana lingkungan terburuk yang pernah melanda Brasil timur laut itu.

Editor : Anton Suhartono