Foto Istri Kim Jong Un Direkayasa, Korut Murka

Anton Suhartono ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 16:57 WIB
Foto Istri Kim Jong Un Direkayasa, Korut Murka

Korut marah besar dengan selebaran propaganda dari pembelot yang berisi foto Ri Sol Ju yang direkayasa (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Salah satu kemarahan Korea Utara terkait selebaran propaganda yang dikirim oleh aktivis serta pembelot dari Korea Selatan (Korsel) adalah foto istri Kim Jong Un, Ri Sol Ju, yang direkayasa.

Duta Besar Rusia untuk Korut Alexander Matsegora mengatakan, Korut menganggap foto yang tampak direkayasa menggunakan program komputer itu kotor dan menghina.

Foto tersebut ada dalam selebaran terbaru yang dikirim menggunakan balon udara dari wilayah Korsel melintasi perbatasan Korut pada 31 Mei.

Matsegora mengatakan, selebaran yang menampilkan foto Ri itu memicu kemarahan luar biasa di Korut.

"Selebaran itu berisi propaganda kotor dan menghina, khusus ditujukan bagi pasangan pemimpin," kata Matsegora,  kepada kantor berita Rusia TASS, seperti dilaporkan kembali AFP, Selasa (30/6/2020).

Foto direkayasa atau di-photoshop dengan asal-asalan sehingga menunjukkan kualitas rendah.

Rusia merupakan sekutu dekat Korut, selain China. Negara itu turut mmbantu Korut menghadapi tekanan Barat terkait senjata nuklir.

Matsegota juga menepis spekulasi bahwa adik perempuan Kim, Kim Yo Jong, sedang dipersiapkan sebagai pemimpin Korut berikutnya.

"Sama sekali tidak ada alasan untuk mengatakan dia sedang dilatih. Tidak ada yang berani menyebut diri mereka nomor 2 di negara itu. Saya kira jika Anda bertanya kepada Kim Yo Jong apakah dia nomor 2, dia akan menjawab dengan  keras, 'tidak'," ujarnya.

Sejak awal Juni, Kim Yo Jong yang juga penasihat utama kakaknya kerap muncul memberikan pernyataan menyikapi isu sensitif, termasuk soal hubungan dengan Korsel dan selebaran propaganda.

Korut meledakkan kantor penghubung di perbatasan kedua negara beberapa hari setelah Yo Jong mengeluarkan peringatan soal selebaran. Dia juga menyebut Presiden Korsel Moon Jae In sebagai orang menjijikkan dan gila.

Editor : Anton Suhartono