Ganasnya Varian Delta, Tentara AS yang Menolak Vaksin Covid Bakal Dipecat
"Sementara tentara yang menolak vaksin langkah pertama akan diberi nasehat melalui rantai komando dan layanan medis. Jika terus tak mematuhi bisa mendapat hukuman administratif atau non-yudisial, termasuk pembebasan tugas dan pemberhentian," bunyi pernyataan AD AS, dikutip dari Reuters, Rabu (15/9/2021).
Dokter ahli bedah AD Raymond Scott Dingle menjelaskan langkah ini diambil terkait kekhawatiran atas penyebaran varian Delta yang sangat menular.
"Ini benar-benar masalah hidup dan mati bagi tentara, keluarga, dan masyakarat di tempat kita tinggal," kata Dingle.
Hingga pekan lalu, Departemen Pertahanan AS melaporkan 353.000 lebih kasus infeksi Covid-19 di lingkungan militer serta dan lebih dari 450 kasus kematian.
AD menargetkan unit-unit aktif sudah mendapat vaksin penuh hingga 15 Desember sementara unit Cadangan dan Garda Nasional paling lambat pada 30 Juni 2022.
Editor: Anton Suhartono