Gara-Gara Bahas Nabi Muhammad di WhatsApp Group, Pria Ini Dijatuhi Hukuman Mati

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 30 September 2020 - 08:01:00 WIB
Gara-Gara Bahas Nabi Muhammad di WhatsApp Group, Pria Ini Dijatuhi Hukuman Mati
Ilustrasi hukuman mati. (foto:ist)

KANO, iNews.id - Seorang asisten studio musik di negara bagin Kano, Nigeria, dijatuhi hukuman gantung sebagai konsekuensi penistaan agama yang dilakukannya melalui pesan instan.

Yahaya Sharif-Aminu terlibat perdebatan sengit di grup WhatsApp, dia kemudian mengunggah rekaman voice-note ke grup perpesanan tersebut yang isinya diduga menyinggung Nabi Muhammad.

Rekaman tersebut kemudian tersebar luas memicu kemarahan besar di negara bagian yang sebagian besar dihuni oleh muslim konservatif.

Pada 10 Agustus lalu, Pengadilan Islam di utara Nigeria menyatakan Sharif-Aminu bersalah menistakan agama dengan menyebarkan ucapan kebencian terhadap Nabi Muhammad. Pria 22 tahun kemudian dijatuhi hukuman gantung.

"Pernyataan yang isinya menghujat Nabi Muhammad di grup WhatsAp yang bertentangan dengan Hukum Pidana Syariah Negara Bagian Kano dan merupakan pelanggaran yang mendorong hukuman mati," demikian pernyataan pengadilan dikutip dari CNN, Rabu (30/9/2020).

"Siapapun yang menghina, mencemarkan nama baik atau mengucapkan kata-kata tindakan yang dapat menimbulkan rasa tidak hormat, orang tersebut telah melakukan kejahatan serius yang dapat dihukum mati," tulisan dalam dokumen pengadilan.

Sharif-Aminu yang dikenal oleh kawannya sebagai orang baik hati, relijius dan berbakti mengakui tuduhan penistaan agama selama persidangan. Dia mengakui unggahannya di WhatsApp group merupakan sebuah kesalahan.

Pengacara Sharif-Aminu mengatakan dirinya tidak diperbolehkan memberikan pendampingan hukum sebelum maupun saat persidangan. Pengacara hanya diperbolehkan terlibat dalan kasus setelah pengadilan menjatuhkan hukuman. Ini bertentangan dengan hak konstitusional warga negara Nigeria untuk mendapatkan perwakilan hukum.

Menurut pengacara, Pengadilan Syariah sempat empat kali menunda kasus klinennya karena tidak ada pengacara yang datang dari Dewan Bantuan Hukum untuk mewakilinya karena sensitifnya kasus tersebut.

Advokat Yayasan Kebebasan Beragama (FRF)--organisasi nirlaba yang bertujuan untuk melindungan kebebasan beragama di Nigeria--mengatakan dia juga belum mendapatkan akses pendapingan hukum bagi Sharif-Aminu untuk menyampaikan banding.

"Undang-undang negara bagian sangat bertentangan dengan konstitusi Nigeria," kata advokat Kola Alapini.


Editor : Arif Budiwinarto