Gedung Putih: Pertemuan Trump dan Kim Jong Un Digelar Akhir Februari
"Amerika Serikat akan terus mempertahankan tekanan dan sanksi terhadap Korut sampai kami melihat dan memverifikasi denuklirisasi sepenuhnya," kata Sanders, dikutip dari AFP, Sabtu (19/1/2019).
Menurut dia, sejauh ini AS telah menempuh langkah yang baik, demikian pula dengan Korut yang menunjukkan iktikad dengan membebaskan para sandera. Tahun lalu Korut membebaskan seorang warga AS. Di samping itu, Korut sudah menutup beberapa lokasi uji coba rudal dan senjata nuklir.
Dalam pertemuan pertama, Trump dan Kim menandatangani dokumen berisi komitmen Korut untuk mewujudkan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Namun pengimplementasian kesepakatan tersebut jalan di tempat karena kedua pihak punya keinginan berbeda. AS ingin semua persenjatan nuklir dilucuti terlebih dahulu, sementara Korut ingin sanksi atas negaranya dicabut lebih dulu.
Sementara itu, Kim Yong Chol merupakan pejabat tinggi Korut pertama dalam 20 tahun terakhir yang bermalam di hotel mewah Washington, tak jauh dari Gedung Putih.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyambut Kim Yong Chol di hotel lalu berfoto bersama dengan latar belakang tokoh kulit hitam yang memperjuangkan jak sipil Martin Luther King. Setelah itu Pompeo mengundang delegasi Korut untuk makan siang.
Editor: Anton Suhartono