Gempa M7,8 Guncang Filipina, 8 Orang Tewas
Kepala Kepolisian Kota Alabel, Sarangani, Benjie Ancheta, mengatakan gedung kepolisian mengalami retakan akibat gempa yang terjadi saat upacara pengibaran bendera berlangsung.
"Ini adalah gempa terkuat yang pernah kami rasakan," ujarnya kepada Reuters.
Proses evakuasi warga di sejumlah desa pesisir masih terus berlangsung. Kepala badan penanggulangan bencana Kota Maasim, Arlene Hollero, mengatakan air laut sempat surut sesaat setelah gempa, meski kondisi laut kemudian kembali normal.
Selain itu, jembatan dilaporkan mengalami retakan dan sebuah tempat ibadah dengan salib berukuran besar roboh akibat guncangan.
"Pemandangannya sangat memprihatinkan," kata Hollero.
Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) sebelumnya melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 8,2 pada kedalaman 10 kilometer, namun kemudian direvisi menjadi magnitudo 7,8. Sementara lembaga geofisika Filipina dan Indonesia masing-masing mencatat magnitudo 7,0 dan 7,7.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas Filipina masih melakukan pendataan dampak gempa dan kemungkinan bertambahnya jumlah korban jiwa.
Editor: Muhammad Sukardi