Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Takut Ditembak Iran, Kapal-Kapal Tanker Ogah Lewati Jalur Selat Hormuz Pilihan AS
Advertisement . Scroll to see content

Gempur Pemberontak, Angkatan Udara Nigeria Malah Bantai Puluhan Warga Sipil

Rabu, 29 September 2021 - 06:26:00 WIB
Gempur Pemberontak, Angkatan Udara Nigeria Malah Bantai Puluhan Warga Sipil
Salah satu pesawat milik Angkatan Udara Nigeria tengah beroperasi di wilayah negara itu (ilustrasi). (Foto: Ist.)
Advertisement . Scroll to see content

ABUJA, iNews.id Angkatan UdaraNigeria menembaki dan membunuh puluhan warga sipil di sebuah desa di timur laut negara itu. Pembantaian tersebut berlangsung di saat militer berusaha menggempur pemberontak di kawasan itu.

Pembunuhan massal warga sipil itu diungkapkan oleh salah satu korban dan seorang penduduk setempat, Selasa (28/9/2021). Saat dimintai komentar terkait laporan itu, Angkatan Udara Nigeria tidak menanggapi panggilan telepon dan pesan dari wartawan Reuters.

Dua bulan sebelumnya, Pemerintah AS memindahkan enam pesawat tempur A-29 Super Tucano ke Nigeria untuk membantu militer di negara Afrika itu berperang melawan kelompok militan Islam. Penjualan pesawat itu dikecam oleh para kritikus, mengutip catatan militer Nigeria yang banyak membunuh warga sipil.

Pada Minggu (26/9/2021) lalu, dua pesawat militer Nigeria mengebom pasar ikan di Desa Daban Masara, kata seorang penduduk bernama Husaini kepada Reuters melalui telepon. Dia mengatakan, kakinya terluka dalam serangan itu.

“Setidaknya 50 orang tewas seketika... termasuk teman saya yang baru menikah tiga minggu lalu,” kata Husaini.

Warga lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa penduduk setempat tetap menangkap ikan meskipun ada larangan militer atas kegiatan perdagangan di kawasan itu. Larangan itu keluar karena tentara menuduh hasil penjualan ikan warga digunakan untuk mendanai kelompok pemberontak Negara Islam Provinsi Afrika Barat.

Penduduk lainnya mengatakan, mereka melihat sedikitnya 60 mayat bergelimpangan pascaserangan Angkatan Udara Nigeria.

“Mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah, seperti kami yang menggantungkan hidup dari penangkapan ikan. Kesalahan warga itu hanya karena mereka menangkap ikan di daerah yang dibatasi oleh aparat keamanan,” kata warga.

Sebuah laporan keamanan PBB yang ditinjau oleh Reuters mengkonfirmasi serangan itu. Di situ disebutkan, satu nelayan tewas dan enam terluka dalam serangan AU Nigeria.

Masih belum jelas apakah pembantaian rakyat sipil itu dapat memengaruhi pengiriman enam unit pesawat A-29 Super Tucano lagi oleh AS ke Nigeria. 

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump saat itu setuju untuk menjual sejumlah pesawat ke Nigeria pada 2017. Langkah Trump itu menghidupkan kembali kesepakatan yang dibekukan oleh pemerintahan Barack Obama setelah Angkatan Udara Nigeria membom sebuah kamp pengungsi, menewaskan sebanyak 170 warga sipil, beberapa tahun lalu.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut