Geram, Menteri Thailand Sebut Akan Usir Turis Asing yang Tak Pakai Masker
BANGKOK, iNews.id - Menteri Kesehatan Thailand mengecam turis "Barat" karena tidak memakai masker. Dia menyarankan para turis itu diusir dari Thailand karena membuat orang lain terkena risiko wabah virus korona.
Kecaman itu terlontar ketika negara kerajaan itu tengah menghadapi kerugian besar akibat penurunan pengunjung dari China, tempat virus itu menewaskan lebih dari 600 orang dan mendorong larangan perjalanan.
Pariwisata menyumbang 18 persen dari pendapatan nasional Thailand dan China menyumbang seperempat dari total kedatangan wisatawan di sana.
Thailand mendeteksi 25 kasus virus korona dan sembilan dari pasien tersebut sembuh. Kini jalan-jalan, transportasi umum, dan pusat perbelanjaan dipenuhi oleh orang-orang yang memakai masker pelindung.
Perempuan Korsel Terinfeksi Virus Korona Setelah Pulang dari Thailand
Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul membagikan masker di pintu masuk skytrain Bangkok yang sibuk, sambil mengeluh bahwa "farang" tidak mengambilnya dan bertindak seolah-olah mereka "tidak peduli".
Farang merupakan kata dalam bahasa Thailand yang umum digunakan untuk menggambarkan orang Barat.
Pesawat Maskapai Thailand Terpaksa Putar Balik ke Bangkok Gara-Gara Polusi Udara Parah
"Orang-orang seperti ini, kita harus mengusir mereka dari Thailand," katanya, kepada wartawan, melambaikan beberapa masker di udara, seperti dilaporkan AFP, Jumat (7/2/2020).
Namun, Anutin kemudian memposting permintaan maaf di Facebook-nya. Dia mengaku kehilangan kontrol setelah melihat beberapa orang asing dari Eropa tidak kooperatif dalam kampanye masker.
Lebih dari 10 juta turis China mengunjungi Thailand tahun lalu, namun hanya dua juta wisatawaan yang datang pada 2020 karena virus korona.
Pakar kesehatan setuju masker berguna jika warga memiliki gejala gangguan pernapasan atau untuk merawat pasien.
Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Thailand men-tweet grafik pada 4 Februari yang menyatakan masker tidak diperlukan bagi masyarakat umum yang tidak memiliki gejala gangguan pernapasan.
WHO menyarankan warga mencuci tangan secara teratur dan menghindari menyentuh wajah mereka.
Editor: Nathania Riris Michico