Geram PLTN Digempur Rusia, Wali Kota di Ukraina Ini Ancam Presiden Putin Pakai Granat
KIEV, iNews.id - Wali Kota Marhanets, Ukraina, Gennady Brokovik geram dengan serangan pasukan Rusia ke pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia pada Jumat (4/3/2022) dini hari. Kota yang dipimpinnya hanya berjarak sekitar 9 kilometer dari PLTN terbesar di Eropa itu.
Jarak itu terhitung sangat dekat untuk menerima dampak jika terjadi kebocoran radiasi nuklir. Pasukan Rusia kini memegang kendali atas PLTN tersebut.
Untuk menunjukkan kegeramannya, Brokovik bahkan mengangkat granat di kedua tangan lalu menggedornya ke meja kerja sambil mengancam Presiden Rusia Vladimir Putin.
”Kami siap membela diri. Kami siap melindungi anak-anak kami," kata dia, dikutip dari The Sun, Sabtu (5/3/2022).
Kebakaran PLTN Ukraina Berhasil Dipadamkan, Presiden Zelensky Sebut Dibom Tank Rusia
Brokovik menambahkan, begitu mendapat kabar PLTN diserang, pemerintah menerapkan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan bocornya radiasi.
"Kami membagikan tablet anti-radiasi, iodium," tuturnya.
Gawat, Pembangkit Tenaga Nuklir di Ukraina Terbakar akibat Gempuran Pasukan Rusia
Puluhan warga Marhanets antre untuk mengambil tablet di gudang balai kota pada Jumat pagi.
“Setengah tablet sekali sehari. Ini bisa melindungi kelenjar tiroid dari radiasi," kata Brokovik.
Setelah Kuasai Chernobyl, Pasukan Rusia Berusaha Rebut Fasilitas Nuklir Terbesar di Eropa