Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran
Advertisement . Scroll to see content

Google Ancam Setop Fungsi Mesin Pencarian di Australia, Lho Kok?

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:13:00 WIB
Google Ancam Setop Fungsi Mesin Pencarian di Australia, Lho Kok?
Mesin pencari Google (ilustrasi). (Foto: Ist.)
Advertisement . Scroll to see content

Komentar Google itu mendapat teguran tajam dari Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Menurut dia, siapa pun yang bekerja di Australia sudah semestinya menaati aturan yang berlaku di negara itu.

“Orang-orang yang ingin bekerja sesuai dengan (aturan) itu di Australia, akan kami sambut dengan baik. Tapi kami tidak meladeni ancaman,” kata Morrison kepada wartawan.

Pemerintah Amerika Serikat pada pekan ini telah meminta Australia untuk membatalkan RUU media itu. Amerika juga menyarankan Australia untuk menggunakan “pembayaran sukarela” sebagai ganti aturan yang memaksa itu.

Australia mengumumkan RUU tersebut bulan lalu setelah hasil penyelidikan mendapati bahwa Google milik Alphabet Inc dan raksasa media sosial Facebook memegang terlalu banyak kekuatan pasar di industri media. Situasi yang mengarah pada oligopoli itu dikatakan dapat menimbulkan potensi ancaman bagi jalannya demokrasi yang sehat.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut