Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lempar Bom ke Rumah Wali Kota New York Mamdani, 2 Pria Ngaku Terinspirasi ISIS
Advertisement . Scroll to see content

Habiskan Rp11.317 Triliun, Bisnis Perang Jadi Mesin Uang di Tengah Krisis Global

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:08:00 WIB
Habiskan Rp11.317 Triliun, Bisnis Perang Jadi Mesin Uang di Tengah Krisis Global
Di saat banyak sektor terpukul inflasi dan perlambatan ekonomi, bisnis perang justru menjadi mesin uang (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Asia-Oseania: China Terpuruk, Jepang dan Korea Selatan Melonjak

Sektor pertahanan Asia mengalami dinamika kontras.

China Turun

  • Pendapatan delapan perusahaan utamanya turun 10 persen.
  • NORINCO yang biasanya dominan anjlok 31 persen.

Jepang & Korea Selatan Melejit

  • Jepang naik 40 persen menjadi 13,3 miliar dolar.
  • Korea Selatan naik 31 persen menjadi 14,1 miliar dolar.

Hanwha Group mencatat lonjakan luar biasa hingga 42 persen, didorong ekspor persenjataan yang melonjak tajam.

Timur Tengah Hadir sebagai Kekuatan Baru

Untuk pertama kalinya, sembilan perusahaan dari Timur Tengah masuk daftar 100 besar, dengan pendapatan gabungan 31 miliar dolar AS.

  • Israel menjadi bintang utama:
  • Elbit Systems: 6,28 miliar dolar
  • Israel Aerospace Industries: 5,19 miliar dolar
  • Rafael Advanced Defense Systems: 4,7 miliar dolar

Permintaan global terhadap drone dan sistem anti-drone Israel meroket selama perang Gaza.

Turki juga semakin diperhitungkan, dengan pendapatan gabungan mencapai 10,1 miliar dolar, didorong Baykar yang mengekspor 95 persen drone produksinya.

Bisnis Perang Semakin Kokoh di Tengah Dunia yang Tak Stabil

Laporan SIPRI menegaskan bahwa konflik bersenjata, persaingan geopolitik, dan modernisasi militer global telah menjadikan industri senjata sebagai salah satu sektor paling kebal krisis.

Di saat banyak negara memangkas anggaran publik, anggaran militer justru terus naik, menjadikan perang, baik langsung maupun tidak langsung, sebagai salah satu bisnis paling menguntungkan di era modern.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut