Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ford Cs Ketakutan, Kongres AS Diminta Blokir Permanen Mobil China
Advertisement . Scroll to see content

Habiskan Rp11.317 Triliun, Bisnis Perang Jadi Mesin Uang di Tengah Krisis Global

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:08:00 WIB
Habiskan Rp11.317 Triliun, Bisnis Perang Jadi Mesin Uang di Tengah Krisis Global
Di saat banyak sektor terpukul inflasi dan perlambatan ekonomi, bisnis perang justru menjadi mesin uang (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Eropa

  • 26 perusahaan masuk daftar.
  • 23 mencatat kenaikan.
  • Total pendapatan: 151 miliar dolar AS, tumbuh 13 persen.

Lonjakan terbesar datang dari Czechoslovak Group, yang naik 193 persen setelah memproduksi peluru artileri untuk Ukraina.

Rusia: Tumbuh Pesat Meski Dihujani Sanksi Barat

Di tengah blokade ekonomi dan embargo teknologi, dua raksasa senjata Rusia, Rostec dan United Shipbuilding Corporation, justru mencatat kenaikan pendapatan gabungan 23 persen, menjadi 31,2 miliar dolar AS.

Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa sanksi Barat tidak berhasil menurunkan kemampuan produksi militer Rusia.

Asia-Oseania: China Terpuruk, Jepang dan Korea Selatan Melonjak

Sektor pertahanan Asia mengalami dinamika kontras.

China Turun

  • Pendapatan delapan perusahaan utamanya turun 10 persen.
  • NORINCO yang biasanya dominan anjlok 31 persen.

Jepang & Korea Selatan Melejit

  • Jepang naik 40 persen menjadi 13,3 miliar dolar.
  • Korea Selatan naik 31 persen menjadi 14,1 miliar dolar.

Hanwha Group mencatat lonjakan luar biasa hingga 42 persen, didorong ekspor persenjataan yang melonjak tajam.

Timur Tengah Hadir sebagai Kekuatan Baru

Untuk pertama kalinya, sembilan perusahaan dari Timur Tengah masuk daftar 100 besar, dengan pendapatan gabungan 31 miliar dolar AS.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut