Hamas Siap Lucuti Senjata, Syaratnya Israel Harus Tarik Pasukan dari Jalur Gaza
Dilansir dari BBC, dokumen kesepakatan yang diperoleh menyebut seluruh senjata berat Hamas akan didata dan disimpan di bawah pengawasan otoritas Palestina. Langkah itu dinilai dapat menghilangkan hambatan terbesar dalam implementasi inisiatif perdamaian yang didukung Trump.
Pejabat AS menjelaskan kelompok-kelompok bersenjata yang lebih kecil akan lebih dahulu dilucuti sebelum Hamas membongkar infrastruktur militernya, mulai dari jaringan terowongan, gudang senjata, hingga fasilitas produksi persenjataan. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.
Pelaksanaan seluruh tahapan dirancang dengan prinsip zero trust atau tanpa saling percaya. Artinya, Hamas maupun Israel tidak akan melanjutkan ke tahap berikutnya sebelum masing-masing memenuhi seluruh kewajiban yang telah disepakati.
BoP dalam pernyataannya menyebut kesepakatan itu merupakan hasil dari negosiasi intensif yang dilakukan berbulan-bulan. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari fase kedua rencana gencatan senjata Gaza yang dimediasi AS. Tahap ini mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel dari Gaza, serta rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai tonggak penting pelaksanaan Trump 20-Point Plan, peta jalan perdamaian yang diperkenalkannya tahun lalu. Menurut Trump, pasukan Israel akan ditarik secara bertahap seiring rampungnya proses pelucutan senjata Hamas.