Hari Ini 2,65 Juta Warga Singapura Ikuti Pemilu di Tengah Wabah Corona

Anton Suhartono ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 09:12:00 WIB
Hari Ini 2,65 Juta Warga Singapura Ikuti Pemilu di Tengah Wabah Corona
2,65 juta lebih warga Singapura mengikuti pemilu di tengah pandemi virus corona (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Singapura, Jumat (10/7/2020), menggelar pemilihan umum untuk memilih 93 anggota parlemen di tengah pandemi virus corona.

Lebih dari 2,65 juta warga diperkirakan mendatangi 1.100 tempat pemungutan suara (TPS) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. TPS-TPS tersebar di berbagai lokasi, seperti sekolah dan fasilitas umum.

Jumlah TPS ditambah dari tahun lalu yakni 880 demi menghindari kepadatan sehingga pedoman menjaga jarak bisa diterapkan.

Panitia menyiapkan hand sanitizer serta sarung tangan sekali pakai di setiap TPS. Berbagai tanda petunjuk agar warga menerapkan protokol kesehatan juga disiapkan, utamanya untuk memastikan jaga jarak.

Komisi pemilihan menerapkan hari tenang pada Kamis (9/7/2020) di mana semua aktivitas kampanye dilarang. Setiap calon anggota parlemen diberi waktu 9 hari untuk kampanye, umumnya melalui online.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong, sebagai kandidat kuat untuk mempertahankan kekuasaannya, mengatakan, Partai Aksi Rakyat (PAP) memiliki ide-ide konkret dan rencana praktis untuk menangani krisis yang disebabkan wabah Covid-19. Dia juga memiliki program untuk menyelamatkan warga Singapura dari keterpurukan ekonomi, termasuk pengangguran.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa tahun ke depan, tapi kami punya peluang keberhasilan jika bersatu, memilih tim yang kompeten, berpengalaman, dan berkomitmen untuk memimpin negara,” kata Lee, dikutip dari The Straits Times.

Sementara itu partai-partai oposisi meminta warga Singapura untuk memilih kelompok mereka sehingga partai berkuasa tidak semena-mena menerapkan kebijakan.

“Bayangkan sebuah negara Singapura di mana ketidakseimbangan kekuatan besar yang sekarang terjadi dengan pemerintah yang mendominasi dan mengendalikan rakyat, berubah, sehingga kekuasaan bergeser kembali ke rakyat kita,” kata Ketua Partai Buruh, Sylvia Lim.

Pemimpin PSP Tan Cheng Bock mengatakan, jika terpilih nanti, para anggota parlemennya akan meminta pertanggungjawaban PAP sebagai partai berkuasa.

Dia juga ingin memastikan bahwa pemerintah tidak buta ketika rakyat membuat keputusan penting.


Editor : Anton Suhartono