Hubungan Dua Korea Masih Memanas, Pembelot Siapkan Aksi Propaganda Lanjutan

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 21:50 WIB
Hubungan Dua Korea Masih Memanas, Pembelot Siapkan Aksi Propaganda Lanjutan

Anggota kelompok pembelot Korut tengah menyiapkan botol berisi beras yang akan mereka kirim lewat perairan di dekat perbatasan Korsel dan Korut

SEOUL, iNews.id - Di tengah memanasnya hubungan dua Korea, kelompok pembelot Korea Utara (Korut) tengah menyiapkan aksi propaganda terbaru. Mereka berencana mengirimkan ratusan botol ke dekat perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan.

Kepala kelompok pembelot Korut, Kuensaem, Park Jung-oh, mengatakan anggotanya telah memulai operasi propaganda dengan mengisi botol ukuran dua liter dengan beras seberat 1,5 kilogram. Total, beras yang disiapkan untuk aksi tersebut mencapai 700 kilogram.

Botol-botol berisi beras tersebut akan mulai didistribusikan pada Minggu (21/6/2020) mendatang dengan cara menghanyutkannya di perairan dekat perbatasan. Park mengklaim tindakan yang mereka lakukan sebagai bentuk bantuan kepada warga Korea Utara.

Park dan anggotanya rutin melakukan aksi tersebut dalam lima tahun terakhir, sementara untuk pengiriman akhir pekan ini merupakan 'bantuan' ke-108.

"Kami melakukan ini sebagai bantuan kemanusiaan di antara mereka yang memiliki nilai yang sama. Jadi, apapun yang dikatakan Korea Utara, kami akan terus membantu mereka yang berada dalam situasi sulit, seperti orang tua dan para korban," kata Park dikutip dari Aljazeera.

Park mengakui Pemerintah Korea Selatan sebenarnya sudah mengetahui operasi mereka sejak lama. Namun, sampai sekarang pihak berwenang Seoul belum pernah melakukan penindakan.

"Saya tidak tahu mengapa Kementerian Unifikasi mengolok-olek kami. Pemerintah (Korea Selatan), polisi Gangwha, polisi maritim dan militer, semua tahu tentang kami," lanjutnya.

Korsel berpendapat aksi yang dilakukan Park dan kelompoknya dengan mengirimkan bantuan adalah tindakan propaganda lintas perbatasan. Hal tersebut diyakini sebagai pemicu ketegangan dengan Korut dan menimbulkan risiko bagi warga yang tinggal di dekat perbatasan.

Selain Kuensaem, kelompok pembelot Korut lainnya juga kerap melakukan propaganda dengan cara mengirimkan brosur, makanan, uang senilai satu dolar Amerika Serikat, radio mini, dan USB yang berisi film drama Korsel melewati perbatasan.

Selasa (16/6/2020) Korut meledakkan kantor penghubung dua Korea, setelahnya Pyongyang juga menolak delegasi Korsel untuk berdialog. Tindakan tersebut sebagai penegasan kekecewaan Korut atas sikap Korsel yang dianggap tak mampu mengatasi para pembelot.

Editor : Arif Budiwinarto