Ikuti Jejak UEA, Bahrain dan Oman akan Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Israel

Arif Budiwinarto ยท Minggu, 16 Agustus 2020 - 22:06:00 WIB
Ikuti Jejak UEA, Bahrain dan Oman akan Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Israel
Menteri Intelijen Israel, Eli Cohen, mengatakan Oman dan Bahrain akan menormalisasi hubungan diplomatik. (foto: i24News)

JERUSALEM, iNews.id - Israel menyebut Bahrain dan Oman akan menjadi negara teluk berikutnya yang menormalisasi hubungan mengikuti langkah Uni Emirat Arab (UEA).

Israel dan UEA mengumumkan bahwa mereka sepekat menormalisasi hubungan diplomatik pada Kamis (13/8/2020) kemarin. Titik temu kedua belah pihak dicapai dalam kesepakatan penting yang ditengahi oleh Amerika Serikat.

AFP melansir, ini adalah kesepakatan ketiga yang dicapai negara Yahudi itu dengan negara Arab. Israel pun berjanji untuk menangguhkan pencaplokan (aneksasi) terhadap Tanah Palestina.

Membangun hubungan diplomatik antara Israel dan sekutu AS Timur Tengah, termasuk UEA yang kaya minyak itu, memang menjadi inti dari strategi regional Presiden Donald Trump untuk menahan Iran—yang juga jadi musuh bebuyutan Israel.

Setelah UEA, Israel tengah menjajaki peluang menormalisasi hubungan diplomatik dengan Bahrain dan Oman. Rencana jangka panjangnya, Israel tak menutup kemungkinan memulihkan hubungan dengan negara muslim di Afrika.

"Setelah perjanjian ini akan muncul perjanjian tambahan, baik dengan lebih banyak negara Teluk dan dengan negara muslim di Afrika," kata Menteri Intelijen Israel, Eli Cohen, dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2020).

"Saya pikir Bahrain dan Oman pasti ada dalam agenda. Selain itu, dalam penilaian saya, ada kemungkinan tahun depan sudah ada kesepakatan damai dengan negara-negara lain di Afrika, salah satunya Sudah," ujarnya.

Baik Bahrain dan Oman memuji kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik yang disponsori AS, tetapi mereka tidak mengomentari kemungkinan memperbaiki hubungan diplomatik.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah bertemu dengan para pemimpin Oman dan Sudah dalam dua tahun terakhir termasuk kunjungan ke Oman pada Oktober 2018.

"Saya berharap lebih banyak negara akan bergabung dengan kami dalam lingkaran perdamaian," kata Netanyahu dalam rapat kabinet, Minggu (16/8/2020) waktu setempat.

"Ini adalah perubahan bersejarah yang memajukan perdamaian dengan dunia Arab dan akhirnya akan memajukan perdamaian yang nyata, sadar dan aman dengan Palestina," lanjutnya.

Kesepakatan normalisasi diplomatik UEA-Israel memperkuat oposisi terhadap kekuatan regional Iran. Palestina mengecam kesepakatan itu sebagai pengkhianatan.

Sebelumnya, Israel menandatangani perjanjian damai dengan Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994. Tetapi UEA, bersama dengan sebagian besar negara Arab lainnya, tidak memiliki hubungan diplomatik atau ekonomi formal dengan negara Yahudi itu.

Editor : Arif Budiwinarto

Bagikan Artikel: