Ilmuwan Australia: Platipus Bisa Punah gara-gara Ini

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 23 November 2020 - 14:27:00 WIB
Ilmuwan Australia: Platipus Bisa Punah gara-gara Ini
Platipus, fauna khas Australia. Hewan berparuh seperti bebek ini terbilang unik, karena masuk golongan mamalia (menyusui) tapi berkembang biak dengan bertelur. (Foto: AFP)

SYDNEY, iNews.id – Para ilmuwan Australia mendesak pihak berwenang segera mendaftarkan platipus sebagai spesies yang rentan alias menghadapi risiko kepunahan di masa mendatang (vulnerable). Desakan itu muncul setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa habitat mamalia asli semiakuatik itu telah menyusut lebih dari seperlima dalam 30 tahun terakhir.

Menurut para peneliti di Universitas New South Wales (NSW)—yang membuat rekomendasi kepada panel ilmiah pemerintah, ada beberapa faktor yang menyebabkan platipus masuk kategori spesies yang berisiko punah di masa depan. Di antaranya adalah kekeringan parah akibat perubahan iklim; pembukaan lahan untuk pertanian secara tak terkendali, dan; pembangunan bendungan.

“Ada kekhawatiran nyata bahwa populasi platipus akan menghilang dari beberapa sungai kita dan mereka tak pernah kembali. Ini bisa terjadi jika (volume) sungai terus menurun karena kekeringan dan (pembangunan) bendungan,” kata Direktur Pusat Ilmu Ekosistem Universitas NSW, Profesor Richard Kingsford, Senin (23/11/2020), dikutip Reuters.

Dia menjelaskan, fauna unik di Australia itu tidak dapat hidup di luar air. Ketika benua kanguru semakin mengering dan orang-orang mengeksploitasi lebih banyak air dari sungai, habitat platipus semakin berkurang.

Mamalia berparuh bebek dengan kaki berselaput dan berkembang biak dengan cara bertelur itu sebagian besar hidup di sepanjang pesisir timur Australia, dari ujung utara Negara Bagian Queensland hingga Negara Bagian Tasmania. Hewan itu biasa membuat sarang dekat dengan sungai yang tepiannya mereka jadikan sebagai tempat untuk mencari makanan.

Model penelitian, jumlah populasi platipus kini telah berkurang lebih dari setengahnya selama beberapa dekade. Akan tetapi, angka tersebut sulit untuk dipastikan, karena platipus adalah hewan nokturnal yang tertutup.

Editor : Ahmad Islamy Jamil