Ilmuwan Pastikan Pasien Covid-19 Bisa Terinfeksi Lagi, tapi Sangat Langka
Ahli imunologi Universitas Yale Akiko Iwasaki, saat mengomentari kasus pria Nevada, sebagaimana diterbitkan dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases, mengatakan, meskipun jarang terjadi, ini membuktikan infeksi berulang merupakan fakta yang tak dapat dihindari.
"Penting untuk dicatat bahwa ada orang yang tertular kembali dan dalam beberapa kasus penyakit Anda bertambah parah. Anda masih harus tetap memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial meskipun Anda sudah sembuh dari infeksi ini," kata Iwasaki.
Sejak laporan kasus pertama orang terinfeksi Covid-19 kembali, yakni di Hong Kong pada 24 Agustus, ada tiga kasus berikutnya yang dipublikasikan. Selain itu ada 20 kasus lainnya yang menunggu tinjauan ilmiah.
Namun tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti seberapa banyak orang yang mengalami kondisi ini. Untuk mengonfirmasi kasus infeksi ulang, para ilmuwan harus mencari perbedaan signifikan pada gen dari dua virus corona yang menyebabkan kedua infeksi tersebut.
Sebagian besar orang yang terinfeksi kembali mungkin tidak terdeteksi. Contoh kasus pria di Hong Kong yang tidak menunjukkan gejala pada infeksi kedua. Kasusnya baru diketahui secara kebetulan saat dia menjalani pemeriksaan di bandara.