Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M6,0 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Masih Pelajari Dokumen Penelitian Sejarah yang Membuat PM Belanda Meminta Maaf

Sabtu, 19 Februari 2022 - 15:12:00 WIB
Indonesia Masih Pelajari Dokumen Penelitian Sejarah yang Membuat PM Belanda Meminta Maaf
Teuku Faizasyah (Foto: Kemlu RI)
Advertisement . Scroll to see content

"Kami harus menerima fakta yang memalukan. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia hari ini atas nama pemerintah Belanda," kata Rutte. 

Pemerintah Belanda mengirim tentara untuk melakukan misi yang mustahil. Beberapa di antaranya terlibat penyiksaan, pembunuhan di luar proses hukum, dan penggunaan senjata yang tidak proporsional. 

Soal kemungkinan Belanda melakukan kejahatan perang, Rutte enggan membahas masalah itu, mengingat studi dilakukan untuk kepentingan sejarah, bukan proses hukum.

"Itu urusan jaksa penuntut umum. Laporan itu memang tidak ditulis dari sudut pandang hukum tetapi dari segi sejarah. Bagaimanapun juga, segala hal yang terjadi di sana (Indonesia) pada saat itu, kami saat ini mengutuk sepenuhnya," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut