Infeksi Covid-19 Merebak di Beijing, Pejabat: Situasinya Sangat Parah

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 16 Juni 2020 - 16:49 WIB
Infeksi Covid-19 Merebak di Beijing, Pejabat: Situasinya Sangat Parah

Kota Terlarang di Pusat Kota Beijing, China (ilustrasi). (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id – Seorang pejabat Pemerintah Kota Beijing menyatakan situasi di ibu kota China itu sangat parah. Pernyataan tersebut menyusul penemuan klaster baru kasus virus corona (Covid-19) yang menyebabkan pemberlakuan karantina (lockdown) di sejumlah kawasan di Beijing.

“Situasi epidemi di ibu kota sangat parah,” kata Juru Bicara Pemerintah Kota Beijing, Xu Hejian, dalam jumpa pers, Selasa (16/6/2020), seperti dikutip AFP.

“Saat ini, tugas yang paling penting dan mendesak adalah mengambil langkah tegas untuk mencegah dan mengendalikan epidemi,” tuturnya.

Kebangkitan wabah virus corona di Beijing diyakini bermula dari Pasar Induk Xinfadi. Tercatat ada 106 kasus baru infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di Beijing dalam lima hari terakhir. Sementara, pihak berwenang telah mengarantina atau mengunci hampir 30 kawasan permukiman di kota itu dan melakukan tes corona terhadap puluhan ribu orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menyatakan keprihatinannya akan kemunculan klaster baru tersebut. Badan PBB itu mengigatakan, kejadian infeksi kali ini harus menjadi perhatian China lantaran luasnya wilayah Beijing dan tingginya konektivitas di ibu kota negeri tirai bambu itu.

Para pejabat Beijing mengatakan, mereka akan melakukan tes terhadap para pemilik kios dan manajer di semua pasar pangan, restoran, dan kantin milik pemerintah di kota itu. Kapasitas pengujian Covid-19 di Beijing kini telah diperluas menjadi 90.000 tes sehari, menurut Kantor Berita China, Xinhua.

Lebih dari 8.000 pekerja di Pasar Xinfadi telah dites Covid-19 dan dikirim ke fasilitas karantina terpusat.

Laporan surat kabar yang dikelola Pemerintah China menyebutkan, virus corona pada klaster baru ini ditemukan di papan potong yang digunakan untuk memotong ikan salmon impor di Pasar Xinfadi. Menyusul laporan itu, sejumlah supermarket besar di Beijing pun menyingkirkan ikan salmon dari rak-rak mereka pada Sabtu (13/6/2020) lalu.

Pemerintah China juga telah menyetop impor ikan salmon dari negara-negara di Benua Eropa dan Amerika.

Editor : Ahmad Islamy Jamil