Pejabat Kota Beijing Dipecat Setelah Kasus Virus Corona Muncul Lagi

Anton Suhartono ยท Senin, 15 Juni 2020 - 17:18 WIB
Pejabat Kota Beijing Dipecat Setelah Kasus Virus Corona Muncul Lagi

Pejabat kota Beijing dipecat terkait munculnya kembali kasus virus corona (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - China tak main-main dengan munculnya kembali kasus virus corona. Selain memberlakukan pengetatan untuk mencegah penyebaran lebih parah, pejabat yang dianggap bertanggung jawab disingkirkan dari posisi mereka.

Pemerintah Kota Beijing memecat wakil kepala distrik serta dua orang lainnya karena gagal mencegah penyebaran kasus Covid-19 yang melibatkan cluster pasar grosir makanan terbesar di ibu kota negara itu.

Beijing Daily melaporkan, Senin (15/6/2020), wakil kepada distrik Fengtai, Zhou Yuqing, dipecat.

Dua orang lain yang bernasib sama dengan Zhou adalah sekretaris Partai Komunis Kota Huaxiang di Distrik Fengtai, Wang Hua, serta general manager Pasar Grosir Produk Pertanian Xinfadi, Zhang Yuelin.

Kantor berita Xinhua melaporkan, otoritas kesehatan telah melakukan tes terhadap puluhan ribu warga Beijing yang berdomisili di dekat pasar, Minggu (14/6/2020). Hasilnya, 59 orang dinyatakan positif Covid-19.

Otoritas kesehatan Beijing juga melaporkan tambahan 36 kasus baru pada Senin. Sebanyak 79 penderita baru mendapatkan perawatan medis, sementara tujuh kasus diketahui tanpa gejala sehingga mereka berada dalam status pemantauan.

Kasus baru ini meningkatkan kekhawatiran mengenai penularan lokal virus corona. Padahal sebagian besar kasus baru di China dalam beberapa bulan terakhir merupakan impor atau melibatkan warga yang baru pulang dari luar negeri.

Sementara itu pasar induk Xinfadi sudah ditutup sejak Sabtu pekan lalu, setelag delapan kasus baru dipastikan terkait dengan lokasi tersebut.

Pasar grosir Xinfadi memiliki luas 112 hektare dengan lebih dari 4.000 kios dan mempekerjakan 1.500 karyawan, belum termasuk penjaga toko.

Kasus baru ini berlangsung setelah Beijing menurunkan status darurat dari level 2 menjadi 3 sejak 6 Juni lalu.

Editor : Anton Suhartono