Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Bantah Rudal Iran Hantam Kapal Induk Abraham Lincoln: Mendekat Saja Tidak
Advertisement . Scroll to see content

Inggris Restui AS Gunakan Pangkalan Militernya Serang Iran, Starmer: Demi Pertahanan

Senin, 02 Maret 2026 - 16:20:00 WIB
Inggris Restui AS Gunakan Pangkalan Militernya Serang Iran, Starmer: Demi Pertahanan
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengizinkan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris dalam operasi defensif menghancurkan situs rudal Iran. (Screenshot video BBC)
Advertisement . Scroll to see content

Starmer menambahkan, AS akan menggunakan pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan spesifik dan terbatas, yaitu menghancurkan rudal Iran di sumbernya.

"Satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman tersebut adalah dengan menghancurkan rudal-rudal tersebut di sumbernya, di depot penyimpanannya, atau peluncur yang digunakan untuk menembakkan rudal-rudal tersebut," kata Starmer.

Starmer menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan hukum internasional. Pemerintah Inggris bahkan merilis ringkasan nasihat hukum yang menjadi dasar keputusan itu, dengan argumentasi bahwa penggunaan kekuatan diperbolehkan dalam kerangka pembelaan diri jika ancaman bersenjata sedang berlangsung dan respons yang diambil bersifat perlu serta proporsional.

Picu Reaksi Beragam

Keputusan ini memicu reaksi beragam di dalam negeri. Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, menyebut langkah tersebut "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali". Dia menyindir Starmer sebagai pengikut, bukan pemimpin.

Sementara itu, Pemimpin Partai Hijau Zack Polanski mengutuk keputusan tersebut dan menuding pemerintah menyeret Inggris ke perang ilegal lain di Timur Tengah.

Bulan lalu, pemerintah Inggris dilaporkan belum memberikan izin bagi AS untuk memakai pangkalan militernya dalam potensi serangan terhadap Iran. Namun Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan penggunaan RAF Fairford dan Diego Garcia mungkin diperlukan apabila Iran menolak membuat kesepakatan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut