Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panas! Pejabat Israel Peringatkan Netanyahu Hindari Konflik dengan Turki
Advertisement . Scroll to see content

Ini Alasan Turki Ajukan Red Notice ke Interpol Tangkap PM Israel Netanyahu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:45:00 WIB
Ini Alasan Turki Ajukan Red Notice ke Interpol Tangkap PM Israel Netanyahu
Turki akan mengajukan red notice ke Interpol untuk memburu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

ISTANBUL, iNews.id - Turki akan mengajukan red notice ke Interpol untuk memburu Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu. Langkah tersebut diambil setelah pengadilan Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu terkait dugaan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan penyiksaan terhadap aktivis kemanusiaan.

Menteri Kehakiman Turki Akin Gurlek mengatakan, Netanyahu dilaporkan terkait kekerasan yang dialami 35 aktivis Turki yang ditangkap ketika berupaya membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui Global Sumud Flotilla (GSF).

“Sejalan dengan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan terhadap Benjamin Netanyahu, Kementerian Kehakiman telah meminta Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan red notice (Interpol) kepada mereka agar bisa diburu secara internasional,” kata Gurlek, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/8/2026).

Gurlek mengatakan Turki akan menggunakan seluruh mekanisme hukum yang tersedia untuk memastikan Israel bertanggung jawab atas dugaan kejahatan yang terjadi di Gaza.

Kasus ini berkaitan dengan tindakan pasukan Israel terhadap aktivis GSF. Pada Mei lalu, pasukan Israel menyerbu dua kapal yang membawa aktivis Turki dan tengah berlayar menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Red notice merupakan permintaan kepada kepolisian di seluruh dunia untuk mencari dan menangkap seseorang sementara menunggu proses ekstradisi atau tindakan hukum lainnya. Namun, pengajuan dari negara anggota tidak otomatis membuat Interpol mengeluarkan red notice karena organisasi tersebut harus mempelajari permintaan terlebih dulu.

Turki merupakan salah satu negara yang paling keras mengkritik operasi militer Israel di Gaza. Ankara berulang kali menyerukan agar masyarakat internasional mengambil tindakan terhadap Israel atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan hukum internasional.

Rencana Turki tersebut mendapat respons keras dari kantor Perdana Menteri Netanyahu. Pemerintah Israel menyebut langkah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai upaya untuk mengintimidasi pemimpin dan tentara Israel.

“Upaya menyedihkan Erdogan untuk mengintimidasi para pemimpin dan tentara Israel, satu-satunya negara demokrasi sejati di Timur Tengah, tidak akan berhasil,” bunyi pernyataan kantor Netanyahu.

Ketegangan Turki dan Israel juga meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kedua negara saling mengecam terkait serangan Israel ke Suriah.

Israel sebelumnya melancarkan serangan udara terhadap pangkalan udara di Suriah yang menurut mereka berpotensi digunakan oleh militer Turki. Serangan tersebut menuai kecaman dari Ankara serta kritik dari Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Suriah sendiri menegaskan tidak memiliki rencana meminta bantuan kehadiran pasukan Turki di pangkalan tersebut.

Pengaruh Turki yang semakin besar di Suriah serta kedekatan Ankara dengan Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa turut menjadi sumber kekhawatiran Israel. Sharaa memimpin Suriah setelah menggulingkan rezim Bashar Al Assad pada 2024.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut