Ini Penampakan Fasilitas Minyak Saudi yang Dihantam Drone dan Rudal Buatan Iran

Anton Suhartono ยท Jumat, 20 September 2019 - 19:08 WIB
Ini Penampakan Fasilitas Minyak Saudi yang Dihantam Drone dan Rudal Buatan Iran

Kilang minyak Aramco di Khurais (Foto: AFP)

KHURAIS, iNews.id - Arab Saudi menunjukkan lokasi fasilitas minyak Aramco di Khurais, salah satu yang diterjang serangan drone dan rudal buatan Iran, Jumat (20/9/2019).

Fasilitas pemrosesan minyak mentah itu diterjang empat kali serangan drone dan rudal jelajah pada Sabtu pekan lalu. Satu fasilitas minyak lain yang diserang adalah Abqaiq, tak jauh dari Khurais.

Jurnalis dari dalam dan luar negeri diberi kesempatan melihat dari dekat fasilitas yang diserang, meski sebagian besar puing-puing sudah dibersihkan.

(Kondisi fasilitas minyak Aramco di Khurais/AFP)

Tampak dari foto-foto, beberapa pipa penyalur minyak dan menara penampungan hancur dan sedang diperbaiki. Menara penampungan nyaris rubuh dan harus ditahan menggunakan crane. Tiang-tiang penyangga crane hancur tak utuh lagi sehingga tak bisa menunjang menara berbentuk tabung tersebut.

Pada bagian lain, petugas Aramco juga memperlihatkan pipa kokoh berdiameter besar yang penyok dan berlubang.

Manajer umum Aramco, Fahad Abdulkareem, mengatakan, saat serangan ada 200 sampai 300 pekerja di dalam fasilitas minyak. Beruntung tak ada satu pun yang menjadi korban.

"Ada 200 hingga 300 orang di dalam fasilitas ini. Semuanya sudah terjadi, empat serangan dan ledakan, tanpa satu pun dari mereka yang mengalami luka," kata Fahad, dikutip dari AFP.

Fahad melanjutkan, pipa logam yang penyok tersebut seharusnya dalam posisi berdiri. Namun akibat serangan, pipa ambruk dan berserakan di lokasi. Ada beberapa pipa seperti itu yang hancur.

Namun Fahad dan para manajer Aramco lainnya optimistis produksi minyak dapat pulih sepenuhnya pada akhir September 2019. Para pekerja berusaha keras memulihkan kembali aktivitas di fasilitas Khurais.

"Tim darurat dibentuk untuk memulihkan kembali fasilitas dan aktivitas serta minyak mentah. Dalam 24 jam, 30 persen dari fasilitas ini sudah berproduksi," ujarnya.

(Pipa fasilitas minyak Aramco yang penyok/AFP)

Produksi minyak Aramco di Khurais, lanjut Fahad, akan sama seperti sebelum terjadi serangan mulai akhir bulan ini.

"Kami akan menjadi lebih kuat lagi," tuturnya.

Pada Kamis (19/9/2019), Saudi membeberkan bukti-bukti untuk memperkuat klaim bahwa senjata Iran digunakan dalam serangan. Terungkap ada 25 drone dan rudal jelajah yang menghantam kedua fasilitas tersebut.

"Serangan diluncurkan dari utara dan disponsori oleh Iran. Kami sedang bekerja untuk mengetahui titik peluncuran yang tepat. Bukan berasal dari Yaman, meskipun ada upaya dari Iran untuk membuatnya seolah seperti itu," kata Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Turki bin Saleh Al Maliki, saat itu.

Dia menegaskan, drone yang digunakan dalam serangan itu di luar kemampuan pesawat tanpa awak sebagaimana digunakan pemberontak Houthi dari Yaman.

Kelompok Houthi sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas minyak Aramco.


Editor : Anton Suhartono